Langsung ke konten utama

Katanya, perbedaan itu indah

Jum'at lalu ada kajian di daerah dekat tempat tinggalku. aku tau ada kajian tersebut dari poster yang dibagikan di berbagai media sosial. "hemm.. tidak jauh dari Rumah", imbuhku dalam hati. maka aku berfikir untuk menghadiri kajian tersebut bersama suami. aku mengajak dia dengan semangat.

info kajian tersebut aku dapatkan pada hari Jum'at minggu lalunya. pengisinya menarik. Beliau merupakan Guru yang sangat menginspirasi banyak kaum muda. ceramah Beliau ringan tapi berisi. cocok untuk anak muda saat ini yang selalu haus akan ilmu. Beliau tidak pernah menghakimi. begitu sepengetahuanku sampai saat ini. beliau menerima perbedaan selama itu masih dalam ajaran Al-Quran dan Hadits.

Jum'at, seminggu sebelum acara, tepatnya pada hari aku mendapatkan info kajian tersebut, aku langsung menghubungi suami yang pada saat itu kami terpisah karena pekerjaan. iya. kami berdua buruh di sebuah Perusahaan. beberapa kali kami selalu  mencoba untuk menjadi pebisnis, namun belum terlalu fokus. cerita tentang aku membangun bisnis mungkin akan aku ceritakan lain waktu..

apa tanggapan Suamiku setelah aku mengajak dia kajian?
"iya, oke", begitu katanya.

hari H kajianpun datang. aku semangat. mengingatkan dari pagi hari ketika Suamiku berangkat ke Masjid guna melaksanakan shalat shubuh. "nanti pulang kantor kita kajian ya?". "iya", katanya. Aku semangat. sampai di Kantorpun aku mengingatkannya untuk kajian dan jawaban yang samapun Aku dapatkan. aku makin semangat.

hingga akhirnya, pukul empat sore, Dia mengatakan kalau "mau nonton aja nggak?". Aku kaget. tawaran yang menarik sih. tapi aku ingin kajian. bagaimana dong?.

dia mengajak nonton film yang memang kami tunggu cukup lama. Aku senang sekaligus heran. gak kajian nih jadinya?. katanya "nonton aja ya?". hmmm yasudah. Aku ikuti maunya.

MINGGU PAGI

Alhamdulillah setiap hari minggu pagi, Aku dan Suami membiasakan diri untuk berolahraga. olahraga yang Kami lakukan bervariasi. mulai dari renang, lari, panahan, gym, dan lain sebagainya. tapi untuk minggu ini, kami memilih untuk lari di jalur Car Free Day Jakarta. lepas shalat shubuh, kami bersiap-siap untuk ke Senayan. kami bawa kendaraan pribadi. kendaraan tersebut kami parkir di Senayan dan kami berlari menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). lari pagi di jalur CFD sudah terbiasa kami lakukan guna menjaga kesehatan tubuh. selain karena sehat, kami juga bisa menikmati ramainya Jakarta Kota pada minggu pagi. sangat menyenangkan!

singkat cerita, pukul 08:30 pagi kami sudah selesai lari. namun tidak langsung pulang, kami memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar menikmati keramaian. pada masa itu, terbesit di fikiranku untuk menanyakan alasan mengapa dia dengan mudah membatalkan hadir ke kajian dan memilih untuk menonton film? yang jelas-jelas datang ke kajian itu mendapatkan ilmu dan gratis pulak! huhu maklum, jiwa wanita yang maunya hemat namun bermanfaat. sedangkan menonton film itu, mengeluarkan uang. kan sedih T_T

katanya, "aku kurang suka dengan beliau. hmm.. tidak suka karena mungkin berbeda pandangan saja. selebihnya, aku sangat mengagumi beliau sebagai Guru yang sangat istimewa".
aku penasaran. apa yang membuatnya seperti itu?. katanya, "entahlah, hanya berbeda pandangan saja. wajar toh dalam islam. selama beliau masih mengajarkan hal baik sesuai Al-Quran dan Sunnah, aku masih menghormati beliau sebagai Guru yang istimewa. hanya berbeda pandangan. itu saja. tidak lebih".

tetiba aku bertanya "kalau seandainya ada temanku yang mengajak untuk mengikuti kajian beliau, apa kamu masih mengizinkan aku datang? meski tidak dengan kamu?". dia menjawab "tak mengapa. datang saja. aku mengizinkan".

"aku kan istri kamu. setau aku ada suami yang kalau dia tidak menyukai salah satu guru, dia akan melarang istrinya untuk menyukai apalagi mengikuti kajiannya. tapi mengapa kamu mengizinkan aku?", tanyaku penasaran

suamiku menjawab, "itukan mereka. bukan aku. biarlah mereka punya pemikiran seperti itu. bukan aku. lagipula itu kan istri mereka, bukan istri aku. istri aku itu kamu. kalau aku sudah mengizinkan, yasudah jalan saja. insyaAllah aku ridho".

"lalu pandangan kamu tentang Guru itu bagaimana" lanjutku

"Yang, islam itu menghargai perbedaan. aku hanya sedikit berbeda pendapat dengan beliau. perbedaan itu bukan menjadi halangan untuk aku melarang kamu mengikuti kajian beliau. aku selalu berfikir bahwa setiap orang itu memiliki cara penyampaian ilmu yang berbeda. satu perkara itu cara penyampaiannya bisa berbeda. bisa saja aku lebih memahami cara penyampaian Guru A, namun kamu lebih memahami penjelasan dari Guru B. selama perkara dan pemecahan perkara tersebut masih dalam aturan Al-Quran dan Hadits, aku masih bisa menerima. kalau perbedaan itu tidak ada, tidak mungkin ada perbedaan Madzhab. Imam Syafi'i, Imam Hambali, Imam Hanafi, Imam Maliki memiliki pandangan yang berbeda. namun mereka tidak pernah mendebatkannya. mereka memahami dan memaklumi satu sama lain. biarlah perbedaan itu menjadi keindahan dalam Islam. hormati dan hargai perbedaan tersebut. jangan dihina dan jangan merasa paling benar".

aku terdiam. merenung mencoba meresapi apa yang sudah disampaikan olehnya barusan.
aku senang, bangga, dan bahagia atas apa yang sudah disampaikannya. Alhamdulillah..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Novel “Sunset Bersama Rossie”

Judul buku                  :  Sunset Bersama Rossie  Pengarang                  : Tere Liye Penerbit                     : Mahaka Kota tempat terbit      : Jakarta Tahun terbit               : 2010 Tebal                         : iv+427 Harga                        : Rp 60.000,00 Apakah kesempatan itu masih ada?. Apakah masih ada ruang bagi orang yang bersabar?? Sepuluh tahun lebih tidaklah sebe...

Kkn

Majelis taklim. Iyaapp. Sekarang lagi di majelis taklim. Terdengar suara bocah bocah lucu yg sedang bersenandung. Mengucap lagu lagu sendu. Terdengat merdu nan lucu Ah ibu, disatu sisi aku merindu akan rumah. Disisi lain, mungkin aku akan sedih meninggalkan kampung ini. Kampung di mana aku dan teman teman mengabdi. Allahumma... Lancarkan sampai akhir acara. Aamiin

Keras

kamu tau?. aku itu tipe manusia yang keras. cukup sulit untuk menasihati aku. membuat hatiku lapang akan sesuatu. bahkan, terkadang sampai sakit aku dibuatnya. watak ini cukup menyiksa. aku tahu, memiliki sikap seperti ini sangat buruk. tidak sedikit orang yang kusayangi sampai tarik nafas dalam untuk menghadapiku. sampai pada suatu masa, aku menyadari kalau memiliki sikap seperti ini sangat tidak baik. tidak ada seorangpun yang mampu mengubahnya kecuali diriku sendiri. aku harus berdamai dengan diriku. tidak mudah memang. tetapi harus. bayangkan.. karena sikap buruk yang aku miliki ini, seringkali aku merugi. tak jarang air mata melulu menetes sampai banjir di lantai. aku menyadari kalau air mata jatuh kelantai setelah mataku merah memar. seperti dibogem pahlawan super. lantai sampai licin karena air mataku. pertanda kalau aku sudah mulai lelah akan sikapku yang buruk ini. percayalah.. rasa ini menyiksa. kalau ada yang mengatakan putus cinta itu siksa, kamu salah besar. siksa itu keti...