kamu tau?. aku itu tipe manusia yang keras. cukup sulit untuk menasihati aku. membuat hatiku lapang akan sesuatu. bahkan, terkadang sampai sakit aku dibuatnya. watak ini cukup menyiksa.
aku tahu, memiliki sikap seperti ini sangat buruk. tidak sedikit orang yang kusayangi sampai tarik nafas dalam untuk menghadapiku.
sampai pada suatu masa, aku menyadari kalau memiliki sikap seperti ini sangat tidak baik. tidak ada seorangpun yang mampu mengubahnya kecuali diriku sendiri. aku harus berdamai dengan diriku. tidak mudah memang. tetapi harus. bayangkan.. karena sikap buruk yang aku miliki ini, seringkali aku merugi. tak jarang air mata melulu menetes sampai banjir di lantai. aku menyadari kalau air mata jatuh kelantai setelah mataku merah memar. seperti dibogem pahlawan super. lantai sampai licin karena air mataku. pertanda kalau aku sudah mulai lelah akan sikapku yang buruk ini.
percayalah.. rasa ini menyiksa. kalau ada yang mengatakan putus cinta itu siksa, kamu salah besar. siksa itu ketika kamu harus melawan sifat kamu yang buruk. yang dapat merugikan diri kamu sendiri. itu tidak mudah.
tangisku perlahan pecah menulis ini. huruf sambung huruf. kata sambung kata. sampai kata itu bersatu padu menjadi kalimat. keluar begitu saja. aku benci memiliki sifat ini. mau sampai kapan terus kurawat?. kalau aku tau hasilnya tidak akan membuat diriku cantik.
aku mencoba menerima. melapangkan hati. memasrahkan diri. tidak lagi ngotot kalau menginginkan sesuatu. tidak lagi orang lain HARUS menerima arahanku. sampai terkadang, aku takut sendiri untuk berpendapat. kenapa?. karena itu tadi, aku tidak mau egois.
ah.. serba salah memang. cerita fana yang sedang kujalani ini membuatku terus belajar. belajar untuk menjadi pribadi santun. belajar untuk menyayangi diri sendiri untuk tidak terlalu keras akan sesuatu.
aku tengadah-kan mataku. berharap tidak ada lagi air mata luruh karena keburukan.
Tuhanku yang Kudus.. aku tahu kalau kau uji aku sesuai kemampuan. aku yakin janjiMu. berharap aku selalu dapat perlindunganMu
Komentar
Posting Komentar