Bismillah..
kalau dilihat, tidak sedikit orang yang "bangga" bekerja di suatu perusahaan yang sistem kerjanya dikatakan tidak sesuai dengan syariat islam.
banyak dari mereka bermimpi dapat bekerja disana. bagi yang belum masuk perusahaan tersebut, mereka berlomba-lomba mencari lowongan dan bila dapat, mereka akan memasukkan lamaran pekerjaan mereka ke perusahaan tersebut. sampai mereka dipanggil untuk mengikuti tes dan ketika lolos, mereka akan bersorak "HORAY" kegirangan.
sedangkan bagi mereka yang sudah bekerja di perusaaan tersebut, mereka akan melakukan segala cara untuk dapat memiliki jabatan di atas jabatan yang mereka tempati saat ini. istilahnya, berlomba-lomba untuk menjadi "BOS". segala cara dilakukan, mulai dari bekerja dengan giat sampai dengan menjadi manusia "penjilat" yang dapat menarik hati para "atasan" agar mereka memiliki jabatan yang lebih tinggi lagi.
para pekerja duduk manis depan komputer dan mengerjakan pekerjaan yang sama dilakukan setiap harinya. baik dari bagian staff atau direksi sekalipun, mereka melakukan pekerjaan yang sama setiap harinya. membuat laporan, menghitung gaji karyawan, menghitung keuntungan perusahaan, dan lain sebagainya.
terkadang diri ini berfikir kalau alur pekerjaan yang dilakukan seperti itu adanya, mengapa mereka tidak memilih perusahaan yang sesuai dengan syariat islam?. banyak toh?
ah ya!!
kawanku cakap, bekerja di perusahaan seperti itu kita akan memiliki keuntungan yang banyak dari segi finansial. mau tau?
pertama, gaji yang tentunya sesuai dengan UMR (Upah Minimum Regional). itu pokok loh ya. bahkan ada yang diatas UMR.
kedua, mendapatan layanan kesehatan gratis dari kantor. layanan ini diberikan bukan hanya untuk karyawan. tetapi juga diberikan untuk suami / istri serta anak-anak (bagi yang sudah berkeluarga). jumlah anak yang ditanggung berapa?. tergantung kebijakan setiap perusahaan. masing masing "kepala" biasanya diberikan batasan biaya pengobatan.
ketiga, bagi yang matanya bermasalah, perusahaan tidak sungkan untuk memberikan biaya ganti bagi mereka yang mengganti kacamata lamanya dengan kacamata baru. berapapun nominalnya akan diganti oleh perusahaan selama kita menunjukkan tanda bukti bayar dari toko kacamata.
keempat, akan ada bonus tahunan yang diberikan kepada setiap karyawan. bonus tahunan biasanya akan diberikan sebanyak sau kali gaji
kelima, pada hari raya Idul Fitri perusahaan akan memberikan THR (Tunjangan Hari Raya) bagi semua karyawannya. tidak pandang dia muslim atau nonmuslim. semua akan dibagi sama sesuai dengan gaji yang didapatkannya selama satu bulan penuh.
mengenai THR, ini bukan kebijakan perusahaan melainkan kebijakan Pemerintah. jadi setiap perusahaan harus memberikan THR sesuai dengan porsinya masing-masing.
keenam, akan diberikan biaya perjalanan bagi mereka yang pada jam kerja harus menemui client di luar kantor.
dan masih banyak lagi keuntungan-keuntungan yang didapatkan.
mungkin kalian menganggap keuntungan yang aku sebutkan diatas sama saja dengan perusahaan lain. hanya beberapa point yang berbeda. yaa terus kalau memang keuntungan yang didapatkan sama mengapa kalian tidak memilih perusahaan yang sesuai dengan syariat?
teman-teman tau tidak bedanya di mana?
KEBERKAHAN. IYA. BERKAH
gaji sama, bonus sama, pelayanan sama tapi kenapa bisa beda rasanya?
itu karena kita bekerja di perusahaan yang tidak Allah SWT ridhoi. coba kalau kita bekerja di tempat yang sesuai dengan aturan yang telah Allah SWT tetapkan, InsyaAllah semua akan berjalan dengan lancar dan mendapatkan keberkahan yang melimpah.
aku akan ceritakan satu kisah nyata mengenai kerabatku yang bekerja di suatu perusahaan yang terdapat unsur riba.
senja itu, dia datang kepadaku. bercerita mengenai keluh kesahnya bekerja pada perusahaan yang ritme kerjanya sama setiap harinya. masuk jam sembilan pagi dan akan berakhir pada pukul lima sore. begitu ritme kerja yang dia lakukan setiap hari.
lain cerita apabila dia kedapatan jam lembur. dia akan bekerja melebihi batas waktu yang ditentukan dan mengerjakan pekerjaan yang HARUS terselesaikan pada esok pagi. jangan ditanya lemburnya akan dibayar atau tidak. untuk staff level kerabatku itu, dia masih mendapatkan biaya lembur. perjam akan dihargai dua puluh ribu rupiah. namun apabila dia harus lembur pada waktu libur (sabtu / minggu), dia akan mendapatkan biaya ekstra setiap jam. sekitar lima dua puluh lima ribu perjamnya. memang bukan jumlah yang besar. namun apabila dikumpulkan dan dibayar pada masa penerimaan gaji, nominal tersebut cukup untuk membeli kosmetik lengkap dengan harga enam ratus ribu perpaket. entah isi paket kosmetik itu isinya apa saja, yang jelas dia bisa bergincu dan mengalis setiap harinya.
sebenarnya, hal utama yang membuat dia mengeluh mengenai pekerjaannya bukan karena ritme kerja yang begitu begitu saja. melainkan, suaminyalah yang meminta dia untuk berhenti bekerja di perusahaan tersebut. suaminya berkata "masih banyak jalan rezeki di tempat lain". begitu.
tanpa banyak komentar, dengan sabar aku mendengar keluh kesah akan kemauan suaminya itu. ya. aku memang bukan tipe penasihat yang baik. tp aku akan selalu berusaha untuk menjadi pendengar yang baik. aku akan berkomentar terlebih memberi nasihat jika dibutuhkan saja. selebihnya apabila tidak dimintakan nasihat, aku hanya akan berkata "oh gitu" atau "hmmm" atau "oiya sih" sampai "sudah? sudah puas belum ceritanya? kalau belum, silahkan lanjutkan. aku akan menjadi pendengar setiamu sampai ujung abad" begitu cakap hematku.
kerabatku itu masih belum mau meninggalkan pekerjaannya. selain karena income yang cukup besar, dia juga memiliki rekan sejawat yang sangat menyenangkan. hampir satu kantor menyayanginya. selalu mengajaknya berdiskusi dari hal yang penting sampai tidak penting. bahkan satu bulan sekali mereka akan mengadakan makan siang bersama dalam satu group. "sangat kekeluargaan sekali" batinku berkata.
terlalu banyak kenangan apabila dia meninggalkan kantor tersebut demi menuruti keinginan suaminya. dia menikah baru satu tahun. sedangkan dia bekerja di perusahaan tersebut sudah hampir 6 tahun. wajar saja apabila dia sangat berat meninggalkan pekerjaannya. karena menurutnya, rezeki sahabat itu susah dicari.
hingga akhirnya sampai pada ujung kalimat yang keluar berbunyi "Bruh, I Need Your Opinion. Please, Don't be Like a Donkey!!"
ya.. ya.. yaaa..
kata-kata itu yang selalu keluar dari mulutnya. sedih..
aku berfikir sejenak. merajut kata-kata santun yang berakhir pada kesepakatan aku terhadap suaminya yang menginginkan dia untuk mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.
"aku bingung. kenapa kamu tidak mencoba untuk menuruti kemauan suamimu? toh kan sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawab suamimu dan kamu sudah tidak bisa membuat keputusan sendiri jika menginginkan sesuatu. aku pikir, keinginan suamimu itu ada maksud. tapi aku tidak tau maksud dari suamimu itu apa. yang jelas, yang aku pahami kalau kamu menuruti kata suamimu, niscaya rezekimu akan berlimpah. kalau kamu mempermasalahkan mengenai pertemanan, itu bukan masalah besar menurutku. itu hanya bagaimana cara kamu mengundurkan diri dari perusahaan tersebut tanpa memutus hubungan komunikasi dengan mereka. aku nggak nyuruh kamu untuk berhenti kerja juga loh. tapi aku hanya menyarankan ke kamu kalau kamu itu harus menuruti titah suamimu. tidak setuju dengan opiniku? itu hak kamu. sekali lagi, aku hanya mengeluarkan pendapatku saja."
"tapi... kan sayang-sayang kalau pekerjaanku ditinggal
" lebih sayang lagi kalau kamu ditinggal suamimu karena kamu tidak menuruti titahnya." sambungku.
"HUSH!! sembarangan deh kalau bicara" dia protes sembari mencubit pinggangku yang gembul.
aku tertawa kecil.
"jadi.. aku harus mengundurkan diri dari pekerjaanku nih?" tanyanya lagi memastikan.
"hak kamu. aku hanya menyarankan. lagipula setau aku, tempat kamu bekerja itu sistem kerjanya nggak sesuai dengan syariat agama kita deh."
"iya sih.."
"terus apalagi? mau cerita atau saran apalagi?"
hening....
DUA BULAN KEMUDIAN
tetiba ponsel pintarku berbunyi. Dia!!
hampir satu jam jaringan teleponku tersambung dengan dia. tidak ada cerita sedih yang diutarakan selama dia bercerita. yang ada justru cerita yang menurutku sangat membahagiakan.
satu minggu setelah dia mengundurkan diri, jabatan suaminya diangkat menjadi Vice President. gaji suaminya juga naik sebanyak 30%. selain itu, tunjangan yang didapatkanpun bertambah yang tadinya hanya mendapatkan tiga macam tunjangan, sekarang menjadi enam!!
Ya Allah..
janjimu memang benar. tidak pernah meleset sedikitpun!!
kalau kita mau meninggalkan suatu keburukan karena Allah SWT, niscaya kita akan diberikan kebaikan oleh Allah SWT yang berlipat-lipat. asal kita ikhlas dan ridho, semua akan berjalan dengan lancar.
Trust Me, It's Work !!
kalau dilihat, tidak sedikit orang yang "bangga" bekerja di suatu perusahaan yang sistem kerjanya dikatakan tidak sesuai dengan syariat islam.
banyak dari mereka bermimpi dapat bekerja disana. bagi yang belum masuk perusahaan tersebut, mereka berlomba-lomba mencari lowongan dan bila dapat, mereka akan memasukkan lamaran pekerjaan mereka ke perusahaan tersebut. sampai mereka dipanggil untuk mengikuti tes dan ketika lolos, mereka akan bersorak "HORAY" kegirangan.
sedangkan bagi mereka yang sudah bekerja di perusaaan tersebut, mereka akan melakukan segala cara untuk dapat memiliki jabatan di atas jabatan yang mereka tempati saat ini. istilahnya, berlomba-lomba untuk menjadi "BOS". segala cara dilakukan, mulai dari bekerja dengan giat sampai dengan menjadi manusia "penjilat" yang dapat menarik hati para "atasan" agar mereka memiliki jabatan yang lebih tinggi lagi.
para pekerja duduk manis depan komputer dan mengerjakan pekerjaan yang sama dilakukan setiap harinya. baik dari bagian staff atau direksi sekalipun, mereka melakukan pekerjaan yang sama setiap harinya. membuat laporan, menghitung gaji karyawan, menghitung keuntungan perusahaan, dan lain sebagainya.
terkadang diri ini berfikir kalau alur pekerjaan yang dilakukan seperti itu adanya, mengapa mereka tidak memilih perusahaan yang sesuai dengan syariat islam?. banyak toh?
ah ya!!
kawanku cakap, bekerja di perusahaan seperti itu kita akan memiliki keuntungan yang banyak dari segi finansial. mau tau?
pertama, gaji yang tentunya sesuai dengan UMR (Upah Minimum Regional). itu pokok loh ya. bahkan ada yang diatas UMR.
kedua, mendapatan layanan kesehatan gratis dari kantor. layanan ini diberikan bukan hanya untuk karyawan. tetapi juga diberikan untuk suami / istri serta anak-anak (bagi yang sudah berkeluarga). jumlah anak yang ditanggung berapa?. tergantung kebijakan setiap perusahaan. masing masing "kepala" biasanya diberikan batasan biaya pengobatan.
ketiga, bagi yang matanya bermasalah, perusahaan tidak sungkan untuk memberikan biaya ganti bagi mereka yang mengganti kacamata lamanya dengan kacamata baru. berapapun nominalnya akan diganti oleh perusahaan selama kita menunjukkan tanda bukti bayar dari toko kacamata.
keempat, akan ada bonus tahunan yang diberikan kepada setiap karyawan. bonus tahunan biasanya akan diberikan sebanyak sau kali gaji
kelima, pada hari raya Idul Fitri perusahaan akan memberikan THR (Tunjangan Hari Raya) bagi semua karyawannya. tidak pandang dia muslim atau nonmuslim. semua akan dibagi sama sesuai dengan gaji yang didapatkannya selama satu bulan penuh.
mengenai THR, ini bukan kebijakan perusahaan melainkan kebijakan Pemerintah. jadi setiap perusahaan harus memberikan THR sesuai dengan porsinya masing-masing.
keenam, akan diberikan biaya perjalanan bagi mereka yang pada jam kerja harus menemui client di luar kantor.
dan masih banyak lagi keuntungan-keuntungan yang didapatkan.
mungkin kalian menganggap keuntungan yang aku sebutkan diatas sama saja dengan perusahaan lain. hanya beberapa point yang berbeda. yaa terus kalau memang keuntungan yang didapatkan sama mengapa kalian tidak memilih perusahaan yang sesuai dengan syariat?
teman-teman tau tidak bedanya di mana?
KEBERKAHAN. IYA. BERKAH
gaji sama, bonus sama, pelayanan sama tapi kenapa bisa beda rasanya?
itu karena kita bekerja di perusahaan yang tidak Allah SWT ridhoi. coba kalau kita bekerja di tempat yang sesuai dengan aturan yang telah Allah SWT tetapkan, InsyaAllah semua akan berjalan dengan lancar dan mendapatkan keberkahan yang melimpah.
aku akan ceritakan satu kisah nyata mengenai kerabatku yang bekerja di suatu perusahaan yang terdapat unsur riba.
senja itu, dia datang kepadaku. bercerita mengenai keluh kesahnya bekerja pada perusahaan yang ritme kerjanya sama setiap harinya. masuk jam sembilan pagi dan akan berakhir pada pukul lima sore. begitu ritme kerja yang dia lakukan setiap hari.
lain cerita apabila dia kedapatan jam lembur. dia akan bekerja melebihi batas waktu yang ditentukan dan mengerjakan pekerjaan yang HARUS terselesaikan pada esok pagi. jangan ditanya lemburnya akan dibayar atau tidak. untuk staff level kerabatku itu, dia masih mendapatkan biaya lembur. perjam akan dihargai dua puluh ribu rupiah. namun apabila dia harus lembur pada waktu libur (sabtu / minggu), dia akan mendapatkan biaya ekstra setiap jam. sekitar lima dua puluh lima ribu perjamnya. memang bukan jumlah yang besar. namun apabila dikumpulkan dan dibayar pada masa penerimaan gaji, nominal tersebut cukup untuk membeli kosmetik lengkap dengan harga enam ratus ribu perpaket. entah isi paket kosmetik itu isinya apa saja, yang jelas dia bisa bergincu dan mengalis setiap harinya.
sebenarnya, hal utama yang membuat dia mengeluh mengenai pekerjaannya bukan karena ritme kerja yang begitu begitu saja. melainkan, suaminyalah yang meminta dia untuk berhenti bekerja di perusahaan tersebut. suaminya berkata "masih banyak jalan rezeki di tempat lain". begitu.
tanpa banyak komentar, dengan sabar aku mendengar keluh kesah akan kemauan suaminya itu. ya. aku memang bukan tipe penasihat yang baik. tp aku akan selalu berusaha untuk menjadi pendengar yang baik. aku akan berkomentar terlebih memberi nasihat jika dibutuhkan saja. selebihnya apabila tidak dimintakan nasihat, aku hanya akan berkata "oh gitu" atau "hmmm" atau "oiya sih" sampai "sudah? sudah puas belum ceritanya? kalau belum, silahkan lanjutkan. aku akan menjadi pendengar setiamu sampai ujung abad" begitu cakap hematku.
kerabatku itu masih belum mau meninggalkan pekerjaannya. selain karena income yang cukup besar, dia juga memiliki rekan sejawat yang sangat menyenangkan. hampir satu kantor menyayanginya. selalu mengajaknya berdiskusi dari hal yang penting sampai tidak penting. bahkan satu bulan sekali mereka akan mengadakan makan siang bersama dalam satu group. "sangat kekeluargaan sekali" batinku berkata.
terlalu banyak kenangan apabila dia meninggalkan kantor tersebut demi menuruti keinginan suaminya. dia menikah baru satu tahun. sedangkan dia bekerja di perusahaan tersebut sudah hampir 6 tahun. wajar saja apabila dia sangat berat meninggalkan pekerjaannya. karena menurutnya, rezeki sahabat itu susah dicari.
hingga akhirnya sampai pada ujung kalimat yang keluar berbunyi "Bruh, I Need Your Opinion. Please, Don't be Like a Donkey!!"
ya.. ya.. yaaa..
kata-kata itu yang selalu keluar dari mulutnya. sedih..
aku berfikir sejenak. merajut kata-kata santun yang berakhir pada kesepakatan aku terhadap suaminya yang menginginkan dia untuk mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.
"aku bingung. kenapa kamu tidak mencoba untuk menuruti kemauan suamimu? toh kan sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawab suamimu dan kamu sudah tidak bisa membuat keputusan sendiri jika menginginkan sesuatu. aku pikir, keinginan suamimu itu ada maksud. tapi aku tidak tau maksud dari suamimu itu apa. yang jelas, yang aku pahami kalau kamu menuruti kata suamimu, niscaya rezekimu akan berlimpah. kalau kamu mempermasalahkan mengenai pertemanan, itu bukan masalah besar menurutku. itu hanya bagaimana cara kamu mengundurkan diri dari perusahaan tersebut tanpa memutus hubungan komunikasi dengan mereka. aku nggak nyuruh kamu untuk berhenti kerja juga loh. tapi aku hanya menyarankan ke kamu kalau kamu itu harus menuruti titah suamimu. tidak setuju dengan opiniku? itu hak kamu. sekali lagi, aku hanya mengeluarkan pendapatku saja."
"tapi... kan sayang-sayang kalau pekerjaanku ditinggal
" lebih sayang lagi kalau kamu ditinggal suamimu karena kamu tidak menuruti titahnya." sambungku.
"HUSH!! sembarangan deh kalau bicara" dia protes sembari mencubit pinggangku yang gembul.
aku tertawa kecil.
"jadi.. aku harus mengundurkan diri dari pekerjaanku nih?" tanyanya lagi memastikan.
"hak kamu. aku hanya menyarankan. lagipula setau aku, tempat kamu bekerja itu sistem kerjanya nggak sesuai dengan syariat agama kita deh."
"iya sih.."
"terus apalagi? mau cerita atau saran apalagi?"
hening....
DUA BULAN KEMUDIAN
tetiba ponsel pintarku berbunyi. Dia!!
hampir satu jam jaringan teleponku tersambung dengan dia. tidak ada cerita sedih yang diutarakan selama dia bercerita. yang ada justru cerita yang menurutku sangat membahagiakan.
satu minggu setelah dia mengundurkan diri, jabatan suaminya diangkat menjadi Vice President. gaji suaminya juga naik sebanyak 30%. selain itu, tunjangan yang didapatkanpun bertambah yang tadinya hanya mendapatkan tiga macam tunjangan, sekarang menjadi enam!!
Ya Allah..
janjimu memang benar. tidak pernah meleset sedikitpun!!
kalau kita mau meninggalkan suatu keburukan karena Allah SWT, niscaya kita akan diberikan kebaikan oleh Allah SWT yang berlipat-lipat. asal kita ikhlas dan ridho, semua akan berjalan dengan lancar.
Trust Me, It's Work !!
Komentar
Posting Komentar