Jadi wanita itu tidak
mudah. Kenapa?? Ada yang tau? Penulispun tidak tau pasti letak tidak mudahnya
itu di mana. Tapi, apakah para wanita mengetahui kalau sebenarnya wanita itu
penyebab seseorang masuk ke neraka?. Lha kok bisa?
Di dalam islam, wanita
itu merupakan makhluk ciptaan Allah yang pada hakekatnya memiliki daya pikat.
Allah menciptakan berbagai macam keindahan kepada wanita. Baik dalam bentuk
fisik ataupun non fisik. Non fisik itu contohnya seperti apa?. Contoh non fisik
itu seperti ketika kita berbicara. Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Ahzab
ayat 32 yang artinya “Wahai istri-istri
Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan lain, jika kamu bertaqwa. Maka
janganlah kamu tunduk (melemah-lembutkan suara)[1]
dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya,[2]
dan ucapkanlah perkataan yang baik.”
Suara wanita bisa
menimbulkan sesuatu yang dapat menyebabkan dosa bagi para lelaki apabila ketika
wanita berbicara dengan nada yang mendesah atau manja. Nabi Muhammad
memerintahkan kepada umatnya kaum wanita untuk berbicara baik dan seperlunya.
Hal itu bukan tanpa alasan lho. Nabi Muhammad sangat menyayangi dan menghormati
kita para kaum wanita untuk selalu menjaga kehormatan diri.
Selain suara, cara kita
menatap lawan jenis juga tidak boleh berlebihan. Hal ini dikhawatirkan apabila
kita menatap lawan jenis secara berlebihan dapat menimbulkan rasa-rasa “aneh”
yang muncul akibat bisikan setan. Sadar gak sih kalau kita sering banget
menatap lawan jenis secara belebihan apalagi menatapnya terlalu lama, kadang
suka timbul rasa deg-degan? Nah itu
dia bisikan setan. Bisikan itu timbul tidak atas dasar keimanan. Melainkan
hanya sebuah nafsu sementara yang dapat mengantakan manusia ke neraka. Maka
dari itu bagi para wanita ketika sedang berbicara dengan laki-laki hendaknya
fokuskan mata kita pada jidatnya. Tidak disarankan untuk menatap kedua mata
agar tidak timbul sesuatu yang tidak diinginkan.
Ada beberapa pendapat
mengatakan bahwa apabila kita berbicara dengan lawan jenis, hendaknya alihkan
pandangan ke tempat lain. Jangan fokuskan mata kita ke lawan bicara kita agar
tidak timbul fitnah kemudian. Tapi dari pendapat ini banyak sekali yang tidak
setuju. Banyak sekali yang mengatakan, “gak
sopan tau!” atau “wey, situ lagi
bicara sama siapa sih? Saya kan lagi di depan situ. Sopan santunnya di mana?”.
Naah, hal-hal seperti itu yang kadang sering menimbulkan pertengkaran kecil.
Maka dari itu, saran dari penulis apabila kita berbicara dengan lawan jenis,
tatap jidatnya. Jangan terlalu fokus ke mata. Karena ada pepatah yang
mengatakan, cinta itu datang dari mata turun ke hati. Tsaaahhh... Iya kalau benar cinta. Kalau nafsu? Naudzubillaahhh..
Uraian diatas merupakan
beberapa contoh non fisik yang dapat menjerat seorang seseorang masuk ke dalam
neraka.
Selain non fisik, ada
pula penyebab fisik yang dapat menyebabkan seseorang masuk ke neraka. Apa itu?
Ya badan kita ini. Badan wanita sudah diciptakan Allah dengan indahnya. Ada
yang mengatakan kalau “badan wanita itu
indah ya? Kayak gitar Spanyol. Ah nggak deh. Kalah gitar Spanyol sama badan
wanita. Bikin melek mata deehh..”. haduuuh.. Pendapat-pendapat seperti itu
yang penulis sendiri merinding dengernya. Risih banget. Serius deh. Rela gak
sih badan kita cuma jadi bahan liat-liatan para kaum lelaki?? Padahal nih yaa,
sebaik-baiknya perhiasan di dunia itu wanita shalihah loh. Iya, para wanita yang selalu menjaga keindahan
tubuhnya dari pandangan lawan jenis yang tidak bertanggung jawab. Wanita yang
menutup tubuhnya dengan baik dan sempurna adalah wanita yang sadar kalau tubuhnya
itu bukan objek pandangan yang bukan haknya. Dia selalu hati-hati dalam
berpakaian. Tidak berlebihan dan tidak membentuk tubuh. Berbicara pasal menutup
dan tidak membentuk tubuh, wanita memang diwajibkan untuk menutup seluruh
tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. Hal ini terdapat dalam firman Allah
Ta’ala dalam surat Al-Ahzab ayat 59 yang artinya “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan
istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya[3]
ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk
dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha
Penyayang.”
Banyak yang berkata, “hijabin aja dulu hatinya. Baru pakai hijab
yang benar.” Atau “pakai hijab kok
cara berbicara dan kelakuan masih buruk sih. Malu dong sama hijabnya.”
Coba kita analogikan
ketika kita sekolah. Memakai seragam ke sekolah hukumnya apa? Wajib kan? Kalau
tidak pakai seragam sekolah akan kena hukuman bukan? Hukuman dari siapa? Ya
jelas dari guru sekolah yang membuat peraturan. Suka tidak suka, baik atau
tidaknya sifat seseorang, baik atau buruknya cara berbicara seseorang tidak
akan berpengaruh dengan kewajiban memakai seragam ketika pergi ke sekolah.
Ketika kita pergi ke sekolah, kita memakai seragam terlebih dahulu kemudian
belajar dengan baik di dalam kelas.
Begitu pula dengan
berjilbab. Jilbab sudah merupakan suatu kewajiban yang diperintahkan langsung
oleh Sang Maha Pencipta. Kalau tidak pakai? Yaa jangan menangis jika nanti sang
ayah (bagi yang belum menikah) atau sang suami (bagi yang sudah menikah) tidak
akan mendapatkan pengampunan dosa karena anak perempuan dan istrinya tidak
memakai jilbab. Jilbab tidak ada hubungannya dengan sifat seseorang. Seburuk
apapun sifat seorang wanita, tetap diwajibkan untuk menutup aurat. Naahh..
setelah menutup tubuh dengan jilbab, perlahan-lahan diperbaiki sifat buruknya.
Kurangi kebiasaan berbicara buruk. Jilbab itu tidak membataskan diri seseorang
untuk membuat sebuah karya. Yakin deh, kalau ada sebuah perusahaan yang
melarang karyawan wanitanya untuk berjilbab dengan baik yaa keluar saja dari
perusahaan tersebut. Yakin kalau Allah sudah merencanakan kebaikan untuk kita
apabila kita sedang dalam proses perbaikan diri.
Ingat! Kita tidak akan
mau memakan permen yang sudah tidak terbungkus rapi. Kita akan selalu memilih
permen yang masih terbungkus rapi karena permen tersebut masih terjamin
kebersihan dan keamanannya untuk kesehatan. Masa kita wanita yang lebih mewah
dari perhiasana mahal di dunia aja masih belum menutup tubuh kita dengan
jilbab? Malu doong sama permen.
Komentar
Posting Komentar