Langsung ke konten utama

salah Gadget atau salah orangtua??

iya. bagus memang teknologi zaman sekarang. mau nyari informasi? tinggal buka internet. mau cari tau kerabat kita ada di mana? buka Path atau Forsquare. mau narsis terus fotonya dibagiin ke media sosial? ada Instagram. Path juga bisa ngeshare foto, bahkan bisa tau itu fotonya lagi di mana dan jam berapa kejadiannya. mau ngobrol ama kerabat tp pulsa reguler abis?? ada BBM, Whatsapp, Line, apalagi?? ah kebanyakan. terlalu banyak pokonya deh. terus mau liat berita terkini?? kayanya koran dalam bentuk cetak udah mulai sedikit yang pakai. ada yang lebih efektif dan efisien. apatuh?? iyapp!! ada versi lain yang bisa diakses lebih mudah. cuma tinggal buka playstore , download aplikasi yang membahas tentang berita national maupun international, terus buka deh. liat deh beritanya. bahkan berita yang baru satu menit lalu kejadiannya, bisa langsung diapdet di internet. nggak perlu nunggu esok pagi buat nunggu berita selanjutnya.

pokoknya, gadget sekarang udah cihuy deh. apapun bisa didapet. istilahnya mah "dunia dalam genggaman". mulai dari usia anak-anak juga udah bisa megang gadget. udah terbiasa malahan. apalagi usia gue sekarang ini. mungkin dalam kondisi mata tertutup udah bisa tau itu keypad letaknya ada di mana aja.

hemm disini gue gak akan ngebahas tentang cihuynya teknologi masa kini. gue cuma mau ngebahas tentang kebijksanaan orangtua dalam pemberian gadget kepada anak dibawah 10 tahun. mau cerita sedikit. sekarang ini gue lagi kerja di satu lembaga sosial. gue kebagian jaga stand di salah satu mall terkemuka yang ada di Jakarta Pusat. yaa boleh dibilang pengunjungnya orang berpunya semua lah yaa. sekitaran pukul 15.00, ada satu keluarga yang keliatannya memang orang yang sangat berpunya. pertama kali yang gue liat itu Bapaknya, di belakang ada Ibunya. nyusul lagi (mungkin) anak pertama (dandanannya biasa aja. usia sekitar 15 taunan). dan ini nihhh yang bikin mata nggak bisa lepas!! di belakang anak pertama itu, ada dua bocah kecil cewek ama cowok usia 5 dan 6 tahun. yang bikin gue shock sampe mulut gue kebuka (seriusan) adalah, itu anak yang perempuan megang hp bermerk samsul g*r*a*n*d 2 di sebelah kanan dan di tangan kirinya megang hp lagi sejenis touchscreen berwarna hitam. kalau yang hitam ini nggak kelacak merk apaan. itu anak yang perempuan serius banget mainan hp sampe nggak merhatiin sekitar. dipanggil orangtuanyapun dia cuma iya iya aja tapi mata dan tangannya tetep ke hp. untung itu anak nggak kesandung bom Israel.
terus lagi anak kecil yang cowok megang hp (nggak terdeteksi merk apa), dipasang headphone model gede itu yang kayak penyanyi kalo lagi rekaman lagu terus itu hp sambil dicas power bank!!!

odaaaaanggg... zaman apa sekaraaaaannngggg???? kenapa anak-anak zaman sekarang udah paham banget ama gituaan?? perasaan waktu gue kecil dulu, mainan yang paling sering gue mainin itu main karet atau main batu tujuh deh. kenal hp baru kelas 1 SMA. ini zaman yang udah terlalu bagus atau guenya yang hidup di zaman Mesopotamia??
dandanan mereka juga nggak kalaaaah sama remaja usia 17-20 tahun. yang perempuan pake jeans ketat dan pendeknya diatas paha, bajunya juga ketat dan pake bando. yang cowok?? jeans belel sepanjang lutut dan kaos santai.

serius nggak pake bohong, ngeliatnya merinding banget. itu yang ada di dalam pikiran orangtuanya apa sih?? sampe tega ngasih semua alat itu ke anaknya? padahal anak seusia mereka itu lagi in buat dikasih permainan yang lebih bisa mendidik. setau dan sepengetahuan gue yang belum punya anak, anak usia segitu itu anak yang masih tergolong dalam golden age atau bahasa desanya mah usia emas. di usia tersebut, anak harusnya diberikan pendidikan yang bermanfaat. bukan malah dicocok sama gadget. orang yang ngeliat bukan malah jadi wow, tapi malah jadi kasian. miris. dan cuma bisa geleng-geleng kepala

aduhai para orangtua, tolong didik anaknya yang lebih baik yaakkk. setau gue, CEO Microsoft aja paling ngelarang anaknya terus terusan make gadget. padahal mereka sendiri yang bikin. walaah macam mana ini???

coba sayangi bibit-bibit unggul kita ya para orangtua. iya gue emang ketuaan ngomong gini. karena gue belum nikah apalagi punya anak. tapi, sedikit-sedikit gue belajar tentang semua itu kok. hemm.. kasian aja ngeliat bibit-bibit yang seharusnya bisa diasah kemampuannya lebih baik lagi, malah diempan sama gadget. sebenarnya nggak ada yang salah sama gadget. cuma, kadar pemakaiannya aja yang harus lebih diperhatiin. biar mereka bisa jadi manusia yang bisa bersosialisasi dengan baik. bukan jadi manusia yang individualistis

#ANF

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Novel “Sunset Bersama Rossie”

Judul buku                  :  Sunset Bersama Rossie  Pengarang                  : Tere Liye Penerbit                     : Mahaka Kota tempat terbit      : Jakarta Tahun terbit               : 2010 Tebal                         : iv+427 Harga                        : Rp 60.000,00 Apakah kesempatan itu masih ada?. Apakah masih ada ruang bagi orang yang bersabar?? Sepuluh tahun lebih tidaklah sebe...

Kkn

Majelis taklim. Iyaapp. Sekarang lagi di majelis taklim. Terdengar suara bocah bocah lucu yg sedang bersenandung. Mengucap lagu lagu sendu. Terdengat merdu nan lucu Ah ibu, disatu sisi aku merindu akan rumah. Disisi lain, mungkin aku akan sedih meninggalkan kampung ini. Kampung di mana aku dan teman teman mengabdi. Allahumma... Lancarkan sampai akhir acara. Aamiin

Keras

kamu tau?. aku itu tipe manusia yang keras. cukup sulit untuk menasihati aku. membuat hatiku lapang akan sesuatu. bahkan, terkadang sampai sakit aku dibuatnya. watak ini cukup menyiksa. aku tahu, memiliki sikap seperti ini sangat buruk. tidak sedikit orang yang kusayangi sampai tarik nafas dalam untuk menghadapiku. sampai pada suatu masa, aku menyadari kalau memiliki sikap seperti ini sangat tidak baik. tidak ada seorangpun yang mampu mengubahnya kecuali diriku sendiri. aku harus berdamai dengan diriku. tidak mudah memang. tetapi harus. bayangkan.. karena sikap buruk yang aku miliki ini, seringkali aku merugi. tak jarang air mata melulu menetes sampai banjir di lantai. aku menyadari kalau air mata jatuh kelantai setelah mataku merah memar. seperti dibogem pahlawan super. lantai sampai licin karena air mataku. pertanda kalau aku sudah mulai lelah akan sikapku yang buruk ini. percayalah.. rasa ini menyiksa. kalau ada yang mengatakan putus cinta itu siksa, kamu salah besar. siksa itu keti...