Langsung ke konten utama

suara hati

sebenarnya udah mau diluapin dua bulan lalu. kira-kira bulan Mei. tanggal pastinya udah lupa. yang jelas, ini lumayan membekas di hatiku.

begini..

selepas shalat dzuhur, aku mengunjungi sebuah gedung perkantoran yang cukup luas di daerah Thamrin. yang aku tau, lantainya bisa mencapai ketinggian 19 lantai. aku hanya tau sampai situ. yang pasti, lantainya masih tinggi lagi. entahlah berhentinya sampai di lantai ke berapa. gedungnya gak jauh dari bundaran HI. jadi yaaa gak terlalu sulit lah untuk menjangkaunya.

awalnya, aku hanya berniat untuk menjemput pahala di gedung itu. pahala?? iyaaakkkk pahalaaa. kok pahala?? yaa cari tau sendiri aja deh pahala apa :D

singkat cerita, aku bertemu dengan seorang ibu rumah tangga yang sangat cantik, putih, mukanya lesu tapi terlihat tegar. keliatan banget kalau dia lagi nyimpan masalah. entahlah, itu cuma perkiraan awal. selanjutnya, dia menyapaku. dan waaaww!!! senyumnya manis banget.dan cara dia tertawa juga sopan. mau tau bagaimana cara tertawa yang sopan?? coba tanya si mbak hihi. dia bertemu denganku punya maksud loh. dia ingin berbagi cerita. dan ceritanya itu udah masuk ke cerita pribadi. kenapa yang kedapetan bisa aku ya?? entahlah, mungkin Allah udah ngatur.

omong-omong, si Mbak itu kita sebut saja Mawar ya?? eh terlalu mainstream yaak?? hemmm okelah. panggil aja Mbak Najwa :p.

setelah berbasa-basi ria dengan Mbak Najwa, akhirnya kami masuk ke pokok masalah.

Bismillah.. semoga cerita ini bisa diambil hikmahnya yaa buat kita semua #mulaiserius

Mbak Najwa ini udah berkeluarga. sudah hampir delapan tahun. yaa belum masuk delapan tahun pas siih. tapi kalau ibuku bilang, usia perkawinan antara 1 hingga 5 tahun itu memang masih rentan, 6 hingga 10 masa perbaikan, selebihnya?? masa di mana suami isteri menikmati hasil dari pertaruhan mereka mempertahankan pernikahannya.
omong-omong masa rentan, boleh dibilang Mbak Najwa ini sedang dalam masa tersebut. masa di mana logika dan perasaan sedang diuji oleh Sang Maha Pemilik. di masa inilah Mbak Najwa berada. saat dua bulan lalu aku bertemu, Beliau sedang mengandung anak kedua yang berusia 4 bulan. katanya sih usia tersebut juga usia rentan dalam masa kehamilan. entahlah, aku belum sampai di masa tersebut. apalagi hamil, nikahpun belum. aku juga bingung kenapa Allah milih aku buat jadi "orang baru" yang mendengar cerita dari Beliau.

saat ini, Beliau sedang sering-seringnya bertengkar dengan sang suami. penyebabnya?? WIL (Wanita Idaman Lain). Mbak Najwa bilang, wanita itu tidak terlalu cantik dan tidak terllalu jelek. hanya saja, jika diajak bicara memang enak. "pantaslah jika banyak lelaki yang tertarik dengannya", begitu kata Mbak Najwa.

perselingkuhan tersebut sudah terjadi sejak lama. sampai Mbak Najwa sendiri juga sudah beberapa kali bertemu dengan wanita tersebut. bicara baik-baik menganai apa mau dia sehingga dia tega mengambil hati suaminya. yang perlu teman-teman tau, Mbak Najwa berbicara dengan wanita itu bersama suaminya. mereka bertiga membicarakan hal itu bertiga secara dewasa. dan Mbak Najwa sendiri selalu menahan rasa amarahnya. dia berbicara dengan tenang, sopan dan tetap tersenyum dengan wanita tersebut.

sampai akhirnya sang suami berjanji untuk meninggalkan wanita tersebut dan tidak lagi berhubungan dengannya, tapi nyatanya?? perselingkuhan itu kembali terjadi. sang suami lebih memilih wanita selingkuhannya tersebut daripada isterinya sendiri. sampai-sampai, sang suami pergi dari rumah dan meninggalkan isteri serta anaknya yang pertama. sang suami hanya pulang ketika dia membutuhkan sesuatu. seperti baju ganti, makan, dan lain sebagainya. waktu untuk pulangpun ketika sang isteri tidak sedang berada di rumah. tujuannya agar si suami tidak melihat rupa sang isteri.

Azka, sang anak baik nan lucu akhirnya bertanya kepada mamanya, di mana papanya saat ini berada? entahlah. sang mama juga tidak mengetahui di mana laki-laki yang mereka cintai itu berada. mereka hanya bisa mengirim do'a agar sang imam keluarga selalu sehat dan cepat kembali ke rumah.

suatu ketika, Azka sangat sangat merindukan papanya. Mbak Najwa sebagai ibunda cukup kebingungan dibuatnya. hingga akhirnya Mbak Najwa meminta Azka untuk merekam suara lucunya di telepon genggam. isi rekamannya?? "paahh.. papa pulang paahh.. aku kangen papaaah.. ayo pulang paah. kita main bareng-bareng lagi paah. ayo paah pulang paahh. aku kangen paaah.. paah.. papaah.. papah pulaang". selama hampir tiga menit, aku diperdengarkan suara Azka. sebenarnya aku ingin menangis. hanya saja aku tau kalau aku tidak boleh menangis.

gak terasa, Mbak Najwa menangis di hadapanku. dia meluapkan seluruh kesedihannya di depanku. di depan orang yang saat itu baru dikenalnya. aku sebagai pendengar hanya bisa diam sambil mengusap punggungnya tanda bela sungkawa. aku tau, masalah itu tidaklah sepele. masalah itu amat sangat terangat pedih. aku tau kalau Allah sedang menguji seberapa besar jiwa Mbak Najwa. dan yang aku tau hingga saat ini, luar biasa sekali jiwa Mbak Najwa. Beliau sama sekali tidak marah dengan wanita yang telah merebut suaminya. malahan Mbak Najwa mendoakan agar wanita tersebut selalu sehat dan segera bertaubat atas apa yang telah dilakukannya.

***

Hati, di manakah engkau berada?? Disaat seorang wanita paruh baya berusaha untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga, tapi kau tega berjalan mencari hati yang lain. Di saat seorang isteri bertaruh nyawa demi mempertahankan janin yang kau buahi, tapi dirimu tega bercengkrama dengan hati yang baru. Entahlah, jiwa mana yang mengganggumu sehingga kau tega mengkhianati janji suci di depan wali.

hati, sampai kapan kau mengkhianati?

***

_cerita pendek 1 by: anf.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Novel “Sunset Bersama Rossie”

Judul buku                  :  Sunset Bersama Rossie  Pengarang                  : Tere Liye Penerbit                     : Mahaka Kota tempat terbit      : Jakarta Tahun terbit               : 2010 Tebal                         : iv+427 Harga                        : Rp 60.000,00 Apakah kesempatan itu masih ada?. Apakah masih ada ruang bagi orang yang bersabar?? Sepuluh tahun lebih tidaklah sebe...

Kkn

Majelis taklim. Iyaapp. Sekarang lagi di majelis taklim. Terdengar suara bocah bocah lucu yg sedang bersenandung. Mengucap lagu lagu sendu. Terdengat merdu nan lucu Ah ibu, disatu sisi aku merindu akan rumah. Disisi lain, mungkin aku akan sedih meninggalkan kampung ini. Kampung di mana aku dan teman teman mengabdi. Allahumma... Lancarkan sampai akhir acara. Aamiin

Keras

kamu tau?. aku itu tipe manusia yang keras. cukup sulit untuk menasihati aku. membuat hatiku lapang akan sesuatu. bahkan, terkadang sampai sakit aku dibuatnya. watak ini cukup menyiksa. aku tahu, memiliki sikap seperti ini sangat buruk. tidak sedikit orang yang kusayangi sampai tarik nafas dalam untuk menghadapiku. sampai pada suatu masa, aku menyadari kalau memiliki sikap seperti ini sangat tidak baik. tidak ada seorangpun yang mampu mengubahnya kecuali diriku sendiri. aku harus berdamai dengan diriku. tidak mudah memang. tetapi harus. bayangkan.. karena sikap buruk yang aku miliki ini, seringkali aku merugi. tak jarang air mata melulu menetes sampai banjir di lantai. aku menyadari kalau air mata jatuh kelantai setelah mataku merah memar. seperti dibogem pahlawan super. lantai sampai licin karena air mataku. pertanda kalau aku sudah mulai lelah akan sikapku yang buruk ini. percayalah.. rasa ini menyiksa. kalau ada yang mengatakan putus cinta itu siksa, kamu salah besar. siksa itu keti...