Langsung ke konten utama

dewasa

sekarang ini, aku sedang belajar yang namanya dewasa. arti dari sebuah kedewasaan. bagaimana harus bersikap dewasa. yap, itulah aku saat ini

disaat ada banyak orang yang tidak pernah puas untuk mencelaku baik secara langsung ataupun tidak langsung, aku berusaha untuk mendiamkannya. mungkin dia masih butuh sebuah "permainan".

aku hanya bisa tertawa. lebih tepatnya tertawa miris. cukup kasihan dengan masih adanya orang orang seperti itu

entah karena aku memang salah atau gimana. yaa anggap sajalah aku yang salah. aku hanya kasihan dengan orang orang seperti mereka. orang orang yang masih butuh "main". padahal kalau boleh dibilang, usia sudah cukup tua.

ah kamu fa, bukankah anak usia taman kanak kanak bisa lebih dewasa dari kamu?
aku sangat setuju.

haah.. biarlah anjing menggonggong kafilah berlalu. puas puaslah kalian mencibirku. aku tidak perduli.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Novel “Sunset Bersama Rossie”

Judul buku                  :  Sunset Bersama Rossie  Pengarang                  : Tere Liye Penerbit                     : Mahaka Kota tempat terbit      : Jakarta Tahun terbit               : 2010 Tebal                         : iv+427 Harga                        : Rp 60.000,00 Apakah kesempatan itu masih ada?. Apakah masih ada ruang bagi orang yang bersabar?? Sepuluh tahun lebih tidaklah sebe...

Kkn

Majelis taklim. Iyaapp. Sekarang lagi di majelis taklim. Terdengar suara bocah bocah lucu yg sedang bersenandung. Mengucap lagu lagu sendu. Terdengat merdu nan lucu Ah ibu, disatu sisi aku merindu akan rumah. Disisi lain, mungkin aku akan sedih meninggalkan kampung ini. Kampung di mana aku dan teman teman mengabdi. Allahumma... Lancarkan sampai akhir acara. Aamiin

Keras

kamu tau?. aku itu tipe manusia yang keras. cukup sulit untuk menasihati aku. membuat hatiku lapang akan sesuatu. bahkan, terkadang sampai sakit aku dibuatnya. watak ini cukup menyiksa. aku tahu, memiliki sikap seperti ini sangat buruk. tidak sedikit orang yang kusayangi sampai tarik nafas dalam untuk menghadapiku. sampai pada suatu masa, aku menyadari kalau memiliki sikap seperti ini sangat tidak baik. tidak ada seorangpun yang mampu mengubahnya kecuali diriku sendiri. aku harus berdamai dengan diriku. tidak mudah memang. tetapi harus. bayangkan.. karena sikap buruk yang aku miliki ini, seringkali aku merugi. tak jarang air mata melulu menetes sampai banjir di lantai. aku menyadari kalau air mata jatuh kelantai setelah mataku merah memar. seperti dibogem pahlawan super. lantai sampai licin karena air mataku. pertanda kalau aku sudah mulai lelah akan sikapku yang buruk ini. percayalah.. rasa ini menyiksa. kalau ada yang mengatakan putus cinta itu siksa, kamu salah besar. siksa itu keti...