Di pinggiran kota Jakarta. Saat ini. Aku ingin menumpahkan
sedikit keluh kesahku. Ah.. aku tahu bahwa sebenarnya aku (minimal) sebagai
manusia tidak boleh mengeluh. Tapi.. ah wajar ah. Hanya sedikit. Eh banyak
deng.. eh sedikit banyak. Ah sudahlah, pokonya aku ingin bercerita!!
Hari ini adalah hari yang cukup membuatku merasa malas. Entah
apa penyebabnya. Dimulai dari berangkat kuliah yang hemm yang hanya
setengah-setengah.di kelas hanya bermuram durja (meski mataku menatap dosen),
hingga akhirnya tepat siang hari ketika matahari sedang riangnya memancarkan
sinar tepat di atas kepalaku, akupun kembali ke tempat di mana aku beristirahat
(rumah).
Kau tau? Sampai rumah, aku tidak menemukan sebijipun bola
mata manusia. Yang aku temukan hanyalah dua buah bolah mata seekor kucing yang
entah darimana masuknya. Setelah aku memeriksa kaca jendela, semuanya tertutup.
“darimana kucing itu bisa masuk? Horror banget” fikirku. Ah biarlah,
yang jelas aku sudah mengusirnya dengan semangat Tentara Nasional Indonesia
yang baru saja berulang tahun. Yaa..semoga para TNI bisa menjalankan tugas Negara
dengan baik. Tanpa ada konflik yang sekarang sedang berlangsung. Maksudku konflik
antara KPK versus Polri. Awalnya aku tidak tau apa sebab musabab terjadinya
konflik tersebut. Karena penasaran, akupun mencari tahu dan yaa aku hanya berdo’a
agar kedua lembaga Negara tersebut dapat menjalankan amanah rakyat dengan baik.
Tanpa adanya konflik seperti ini.
Lho??! Hey!! Kenap jadi nyasar jauh ke KPK, TNI, dan Polri??
Oh iya, mungkin karena itu tadi. Karena aku yang sedang merasa malas untuk
melalui hari ini. Jadii.. maklum yaa kalau rada ngawur J
Bek tu topic. Selesai mengusir kucing itu dengan semangat,
aku merasa lelah. Akhirnya aku banting tubuhku ke atas kasur. Masa bodoh dengan
pakaian kuliahku yang belum aku ganti. Sepuluh hinggan dua puluh menit aku
mengistirahatkan tubuhku, aku tersadar kalau aku belum shalat dzuhur. Kala itu
waktu menunjukkan pukul 12.55. Artinya masih ada waktu untuk melaksanakan
shalat. Selesai shalat, aku merasa lapar. Dan apa yang aku lihat? Ibuku tidak
memasak hari ini. Sedih sekali L. Yang ada di atas meja makan hanyalah nasi bekas
sarapan adikku tadi pagi, ikan sisa kemarin dan telur puyuh yang aku tak tau
sejak kapan berada di tempat yang suhunya dingin itu. Awalnya aku tidak ingin
memakan makanan itu. Aku ingin memasak. Aku ingin masakan yang hangat. Istilah inggrisnya
maah fresh from the oven #tsaah. Tapi apa daya dan upaya, bahan yang aku
butuhkan tersimpan rapi di kamar ibuku. Sedangkan kamar ibuku terkunci rapat.
PAYAH. Akhirnya dengan terpaksa aku memakan makanan yang ada. Perduli amat deh
sama makanan bekas setahun yang lalu. Yang penting makan! Fikirku kala itu.
Selesai makan, aku menonton tv. Tiga puluh menit waktu
kuhabiskan hanya untuk mengganti saluran televise. Tanya kenapa? Karena memang
tidak ada acara yang menarik. Hingga akhirnya aku putuskan untuk mematikannya. Akupun
menuju “surga dunia” ku. Dengan hati penuh rasa senang riang gembira tiada
tara, aku memutuskan untuk rela ditarik oleh wadah empuk nan lebar. Dia berhasil
membuat diriku lemah tak berdaya. Akupun memutuskan untuk engikuti keinginannya
dan dengan pasrah kupejamkan mataku hingga aku terlelap.
Sekitar pukul 16.32 akupun terbangun. Dan entah sejak kapan
pulangnya, aku sudah melihat kedua orangtuaku beserta adik kecilku yang sedang
menonton televise. Aku menyapa mereka. Tapi mereka cuek dengan sapaanku.
Akupun tidak perduli dan memutuskan untuk ikut bergabung dengan mereka. Disaat seperti
ini, aku terlibat wacana yang sedikit membuatku merasa kasihan pada diriku
sendiri. Jadi begini…
Ibu: kamu makan pake apa tadi kak?
Aku: Nasi bekas tadi pagi sama ikan dan telur yang ada di
kulkas. Kenapa?
Ibu: Nasi tadi pagi? Itu masih ada ayamnya gak? Soalnya tadi
pagi adek gak ngabisin ayamnya juga
Aku: Ah gak ada. Adanya nasi sama res-resan ayam
Ibu: Terus itu telur kamu abisin?
Aku: Ya iyalah buuu. Masa ya iyadong
Ibu: Itukan telur bekas tiga hari yang lalu. Udah gak
bagus tau. Terus nasinya kok gak makan pake ayam??
Aku: Hemm tadi sih pulang kampus kakak liat ada kucing
masuk. Gatau tuh kucing masuk darimana
Ibu: Waah berarti itu nasi juga bekas dimakan kucing. Itu
semua kamu makan?
Aku: Iya bu T___T
Ibu: Sabar ya nak :’)
Aku: Maaaaaak huhuhuuuu T___T
Adik kecilku: mangenaaaak hahaaha
Aku: sialaan lu bocaaah!!!
Ya! Begitulah sepercik kisahku yang mungkin kalian akan
merasa malas juga bila menjadi aku. Hey! Aku tidak menyuruh kalian untuk
merasakannya. Tapi yaa.. berbela sungkawa sedikit boleh kok J
Sudah ya begitu dulu. Semoga besok tidak ada kejadian
memalaskan seperti tadi lagi..
Komentar
Posting Komentar