lelah, hatiku sangat lelah. aku mencintaimu sama seperti aku
mencintai Tuhanku. siang malam kau keluarkan keringat demi anak-anakmu. maafkan
aku bu, maafkan aku yang terlalu mengikuti egoku. bu, sudah banyak dosa yang
kulakukan padamu tapi mengapa kau masih saja mau menerimaku?? tangis kau, urat
yang kau keluarkan demi memarahi kami yang nakal. ya, aku merasa kalau aku ini
belum bisa menjadi anak kebanggaan. Ibu tau?? Aku bingung bu, aku bingung harus
bagaimana membalas semua jasamu sedangkan aku masih terlalu sering membuatmu
kesal. Buat apa aku hidup kalau aku terlalu sering mengecewakanmu?? Bu, aku
butuh pelukanmu. Pelukan kasih sayang yang bisa menyadariku bahwa aku ini amat
kotor menjadi anakmu. Pelukan cinta yang bisa membuka mataku bahwa aku ini..aku
ini membutuhkanmu bu. Bu, mengapa tangisku tidak pernah habis?? Mengapa air
mataku tidak pernah kering?? Aku selalu menangis bu atas kesalahanku padamu. aku
tidak pernah lelah bu menangis. Tidak akan pernah lelah. Dan aku tidak mengerti
mengapa hal itu terjadi.
Bu, perihkah perasaanmu ketika kami berbuat keji padamu??
sedihkah hatimu tatkala aku dan adik-adikku menyakitimu?? Apa rasanya bu?? Tunjukkan!!
Beritau padaku bu. Perlu ibu tau, aku lelah membuatmu meneteskan air mata. Aku sedih
bu. Apakah kau selalu berdo’a untuk kami di malam hari seperti di artikel-artikel
yang sering kubaca?? Apa do’anya bu?? Aku ingin tau. Sungguh pedih hatiku bu
apabila semua kesalahan kami kau balas dengan do’a-do’a kebaikan.
Bu, aku mencintaimu. Aku mencintaimu sampai akhir hayatku. Aku
mencintaimu walaupun dalam keadaan aku membencimu. Entah, entah apa balasanku
nanti untukmu. Yang jelas AKU MEMCINTAIMU KARENA TUHANKU..
Komentar
Posting Komentar