Langsung ke konten utama

Resensi Novel "Rembulan Tenggelam Di Wajahmu"


Judul buku                 : Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Pengarang                  : Tere Liye
Penerbit                     : Republika
Kota tempat terbit      : Jakarta
Tahun terbit               : 2010
Tebal                         : iv+427
Harga                        : Rp 60.000,00




Hidup dalam kamus bahasa Indonesia berarti bergerak, bernyawa, mampu melakukan kegiatan sebagaimana mestinya. Seorang dikatakan hidup apabila dia dapat melakukan suatu kegiatan sebagaiman mestinya. Dalam menjalani hidup, seorang harus bisa berfikir bagaimana menghadapi kehidupan. Suksesnya seseorang bukan dilihat dari jabatan yang dimiliki. Seorang dikatakan sukses apabila dia sudah mempunyai pengalaman hidup banyak serta dia mendedikasikan dirinya untuk berbuat baik di lingkungan sekitar. Berfikir bagaimana cara membuat dirinya untung dan lingkungan sekitarpun untung. Dalam menjalani kehidupan apabila seorang tidak berfikir dan tidak banyak bertanya maka dapat dikatakan orang tersebut kurang memahami makna kehidupan yang sesungguhnya.
Pada sebuah karya novel yang berjudul Rembulan Tenggelam Di Wajahmu, seorang diajarkan bagaimana berfikir dan menghadapi kehidupan yang begitu sulit. Banyak halang rintang yang harus dihadapi. Novel karya Tere Liye ini sanggup membuat kita berfikir. Berfikir bagaimana cara menghadapi kehidupan dengan baik. Raihan, tokoh utama dalam novel ini dikisahkan bahwa dia menghadapi berbagai macam lika-liku kehidupan. Awalnya, dia hidup disebuah panti asuhan yang membuatnya tidak kuat untuk tinggal berlama-lama. Di panti tersebut, Raihan memiliki seorang pengasuh yang sangat kejam. Pengasuh tersebut memaksa para anak panti untuk bekerja keras sehingga mereka hidup dalam sebuah tekanan. Mereka menuruti perintah pengasuh panti, berbeda dengan Raihan yang sangat melawan atas sikap pengasuhnya. Dari perlawanannya itulah, Ray mencoba kabur dari panti asuhan tersebut. Dengan modal berjudi, dia menyambung hidupnya di sebuah terminal.
Lika-liku kehidupan Ray di sebuah terminal membuatnya terdampar di sebuah kota. Dia menemukan sebuah rumah singgah yang membuatnya nyaman. Disana dia belajar arti kehidupan yang sesungguhnya. Eratnya solidaritas di rumah singgah membuatnya senang untuk menetap di rumah tersebut. Karena terlalu eratnya hubungan solidaritas yang ada di rumah singgah, Ray mengalami sebuah kecelakaan akibat pembelaannya terhadap teman satu rumah singgah yang mengalami penganiayaan oleh preman sekitar. Penjaga rumah singgah yang bernama Bang Ape memberinya nasihat bahwa Ray tidak perlu bertindak gegabah dalam melakukan sesuatu. Dia diajarkan untuk berfikir jernih jika ingin menyelesaikan masalah. Tetapi Ray yang mempunyai watak keras menolak nasihat dari Bang Ape. Raihanpun pergi dari rumah singgah dan kembali pada kehidupan dulu di sebuah terminal. Dia bertemu dengan seorang yang sangat profesional dalam tindak pencurian. Suatu saat, Raihan diajak Plee untuk melakukan pencurian berlian yang sangat besar di sebuah apartemen terkenal di Jakarta. Tetapi sayang, walaupun pencurian itu sudah disiapkan dengan matang, akhirnya Ray dan Plee tertangkap basah oleh keamanan apartemen. Plee dihukum mati sedangkan Ray terkena tembakan peluru di pahanya.
Lepas dari kasus tersebut, Raihan kembali ke kota asalnya dan mencoba menjadi buruh pabrik. Karena ketekunannya dalam bekerja, Ray diangkat menjadi wakil kepala mandor. Ray mendedikasikan dirinya untuk mengabdi penuh kepada pekerjaannya tersebut karena dirinya merasa nyaman dengan pekerjaannya. Hingga pada suatu ketika, Ray bertemu dengan seorang wanita yang akhirnya menjadi pendamping hidupnya. Namun sayang, dua kali mengalami keguguran saat kehamilan istrinya meninggal. Ray sangat putus asa namun demi membahagiakan almarhumah istrinya, dia membangun sebuah apartemen setinggi 101 tingkat. Proyek tersebut dijalaninya dengan sepenuh hati. Dengan kelimpahan hartanya tersebut, Ray tetap merasa hampa. Dia merasa kerja kerasnya hanya sebagai pengalihannya terhadap kesedihan yang ditinggalkan oleh almarhumah istri tercinta.
Kisah Ray dalam novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu sangatlah menyentuh. Walaupun dalam awal kisah novel ini cukup membuat bosan, tetapi penulis mampu memberikan kejutan-kejutan khas yang dapat membuat pembaca tertarik untuk terus membacanya. Selain itu, novel ini juga mendapatkan perhatian khusus dari orang-orang terpandang. Novel ini sempat dibandingkan tingkat kesempurnaannya dengan novel karya Mitch Albom, seorang penulis terlaris dari Amerika. Dalam novel ini juga terdapat motivasi-motivasi khusus bagi para pembaca agar dalam menjalani kehidupan yang berliku ini seseorang tidak boleh banyak mengeluh demi tercapainya suatu kesuksesan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Novel “Sunset Bersama Rossie”

Judul buku                  :  Sunset Bersama Rossie  Pengarang                  : Tere Liye Penerbit                     : Mahaka Kota tempat terbit      : Jakarta Tahun terbit               : 2010 Tebal                         : iv+427 Harga                        : Rp 60.000,00 Apakah kesempatan itu masih ada?. Apakah masih ada ruang bagi orang yang bersabar?? Sepuluh tahun lebih tidaklah sebe...

Kkn

Majelis taklim. Iyaapp. Sekarang lagi di majelis taklim. Terdengar suara bocah bocah lucu yg sedang bersenandung. Mengucap lagu lagu sendu. Terdengat merdu nan lucu Ah ibu, disatu sisi aku merindu akan rumah. Disisi lain, mungkin aku akan sedih meninggalkan kampung ini. Kampung di mana aku dan teman teman mengabdi. Allahumma... Lancarkan sampai akhir acara. Aamiin

Keras

kamu tau?. aku itu tipe manusia yang keras. cukup sulit untuk menasihati aku. membuat hatiku lapang akan sesuatu. bahkan, terkadang sampai sakit aku dibuatnya. watak ini cukup menyiksa. aku tahu, memiliki sikap seperti ini sangat buruk. tidak sedikit orang yang kusayangi sampai tarik nafas dalam untuk menghadapiku. sampai pada suatu masa, aku menyadari kalau memiliki sikap seperti ini sangat tidak baik. tidak ada seorangpun yang mampu mengubahnya kecuali diriku sendiri. aku harus berdamai dengan diriku. tidak mudah memang. tetapi harus. bayangkan.. karena sikap buruk yang aku miliki ini, seringkali aku merugi. tak jarang air mata melulu menetes sampai banjir di lantai. aku menyadari kalau air mata jatuh kelantai setelah mataku merah memar. seperti dibogem pahlawan super. lantai sampai licin karena air mataku. pertanda kalau aku sudah mulai lelah akan sikapku yang buruk ini. percayalah.. rasa ini menyiksa. kalau ada yang mengatakan putus cinta itu siksa, kamu salah besar. siksa itu keti...