Langsung ke konten utama

MENGAPA??


Siang itu, matahari sangat terik. Membakar kulitku yang sudah hitam ini. Jujur, aku benci kulitku. Aku benci kulitku yang sangat terlihat seperti orang kampung. Aku ingin seperti orang di negeri ini. Singapura. Kulit mereka sungguh putih, bersih, terawat dan…dan…dan tentunya selalu terjaga. Walaupun diantara mereka ada yang berkulit hitam, tapi kulit mereka tidak seperti kulitku ini yang dekil macam tidak terawat. Ah!! Kenapa aku jadi memikirkan kulitku?! Persetanlah dengan kulitku ini. Yang jelas niatku kesini bukan untuk membersihkan kulit. Niatku kesini untuk menimba ilmu. Ya!! Ilmu akan kukejar sampai ke negeri orang haha.
Aku ini anak kedua dari tiga bersaudara. Kakakku saat ini sudah menikah dan beliau bekerja sebagai President di sebuah perusahaan terkenal. Adikku, Azifa, sekarang dia duduk di kelas 4 SD. Jauh! Sangat jauh perbedaan umur kami. Tapi biarpun kecil, entah kenapa menurutku dia sangat cerdas. Bukan aku ingin membanggakannya tapi memang seperti itulah kenyataannya. Semoga pendapatku ini menjadi do’a untuknya. Saat ini aku menuntut ilmu di negeri orang. Tepatnya di Nanyang Technologycal University Singapura. Orang menyingkatnya menjadi NTU. Prodiku di bagian teknik mesin. Aku memang tertarik dengan dunia mesin. Makanya aku memilih jurusan ini di NTU. Keluargaku termasuk keluarga yang berkecukupan. Aku bersyukur bisa merasakan kuliah di luar negeri. Terlebih di Universitas terkemuka seperti ini.
                                                                                @@@
Hari kedua di Singapura ku lewati dengan malas-malasan karena selama perjalanan kemarin di pesawat cukup membuat bokongku panas sekali. Sore nanti aku berencana untuk berkeliling kampus, sekadar beradaptasi dengan lingkungan kampus.
Makan. Tidur siang. Bangun. Mandi. Shalat dzuhur. Makan siang. Tidur lagi. Bangun. Mandi sore. Shalat ashar daaann ke kampus!! Yeah!! Inilah saatnya beradaptasi di kampusku. Cukup membosankan memang, kegiatanku seharian ini hanya seperti itu saja. Namun aku sangat bersemangat ketika ingin ke kampus.
Cukup menyenangkan berkeliling kampus di sore yang sejuk ini. Hembusan angin kunikmati. Wah Singapura. Indah nian wajahmu ini. Dan..waw!! terdapat berbagai macam ras dari belahan dunia. Ada China, Arab, Amerika, India, Thailand, Brunei, Inggris dan itu???hah??!! itukan Bejo temanku ketika aku berkunjung ke Palembang??! Iyakan si Bejo?!. Tanpa berfikir panjang akupun menghampirinya dan..
“hai Jo!!”
“oh hallo Andre!! Wah senagnya kita bisa bertemu disini.”
“yeah, nice to meet you guys!”
“nice to meet you too Andre”
Kami berdua-pun berbincang-bincang santai seputar masa lalu dan tentunya tentang kampus ini. Bejo bilang banyak sekali mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri tetapi mereka tidak mau mengamalkan ilmu mereka di tanah Indonesia. Mereka malah bekerja disini ataupun di Negara lain. Yang jelas bukan di Indonesia. Ketika aku bertanya mengapa begitu, Bejo menjawab soalnya banyak pemerintah Indonesia yang tidak menghargai pelajar Indonesia yang berprestasi. Mereka malah membuang para penerus bangsa yang sekiranya dapat meneruskan perjuangan para pahlawan Indonesia. Banyak diantara pemerintah yang kurang perhatian terhadap nasib pelajar berprestasi.
Sungguh picik fikirannya! Kenapa harus seperti itu?! Kenapa Bejo berfikiran kalau pemerintah tidak memperdulikan rakyatnya?? Mengapa?? Ya Tuhan, semoga aku tidak termasuk ke dalam orang-orang seperti itu. Di taman dekat kampus, aku duduk disana. Istirahat sejenak sambil melihat kesibukkan Singapura di sore hari. Dalam istirahatku, aku berfikir bagaimana Indonesia mau maju kalau penerus bangsanya saja tidak mau mengabdi untuk negaranya sendiri? Bagaimana Indonesia mau sejahtera kalau fikiran mereka semua sama dengan fikiran si Bejo?! Sadis nian.
Aku bertekad, pokoknya kalau aku sudah selesai belajar disini aku harus kembali ke Indonesia untuk mengabdi. Aku tidak mau negeriku hancur terus-terusan seperti ini. Aku ingin bangsaku maju seperti bangsa lainnya. Aku ingin Indonesia maju!!!
@@@
Tak terasa aku sudah menyelesaikan studiku di negeri orang. Usiaku kini sudah cukup matang untuk mempunyai keluarga. Upss keluarga?? Haha konyol sekali pemikiranku ini. Tapi entah mengapa aku selalu ingin secepatnya memiliki pasangan hidup. Angela! Dialah wanita yang menghiasi hatiku selama aku berada disini. Dia keturunan Amerika Arab!haha lucu bukan?. Kulitnya putih, rambutnya panjang tergerai, matanya lentik nan cantik,. Dia pintar dan dia juga berwibawa. Sungguh wanita impianku. Andai saja aku bisa meminangnya. Tapi sayang sekali, dia berbeda keyakinan denganku. Pupus sudah harapanku untuk memiliki dia seutuhnya. Ah lupakan saja tentang Angela. Yang jelas sekarang aku harus kembali kepada tekadku. Aku kembali ke Indonesia dan aku mengabdi di tanah kelahiranku. Aku tidak mau seperti pemikiran Bejo dan mahasiswa lainnya yang tidak mau mengabdi terhadap Negara.
Tapi…
Tapi… apa apaan ini???!! Kenapa bisa begini?? Kenapa harus begini??!
Oh Tuhan jangan biarkan ini terjadi!! Aku mohon Tuhan. Jangan biarkan ini terjadi.
Sungguh aku ingin Tuhan. Aku ingin nyata. Tapi mengapa ini….

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Novel “Sunset Bersama Rossie”

Judul buku                  :  Sunset Bersama Rossie  Pengarang                  : Tere Liye Penerbit                     : Mahaka Kota tempat terbit      : Jakarta Tahun terbit               : 2010 Tebal                         : iv+427 Harga                        : Rp 60.000,00 Apakah kesempatan itu masih ada?. Apakah masih ada ruang bagi orang yang bersabar?? Sepuluh tahun lebih tidaklah sebe...

Kkn

Majelis taklim. Iyaapp. Sekarang lagi di majelis taklim. Terdengar suara bocah bocah lucu yg sedang bersenandung. Mengucap lagu lagu sendu. Terdengat merdu nan lucu Ah ibu, disatu sisi aku merindu akan rumah. Disisi lain, mungkin aku akan sedih meninggalkan kampung ini. Kampung di mana aku dan teman teman mengabdi. Allahumma... Lancarkan sampai akhir acara. Aamiin

Keras

kamu tau?. aku itu tipe manusia yang keras. cukup sulit untuk menasihati aku. membuat hatiku lapang akan sesuatu. bahkan, terkadang sampai sakit aku dibuatnya. watak ini cukup menyiksa. aku tahu, memiliki sikap seperti ini sangat buruk. tidak sedikit orang yang kusayangi sampai tarik nafas dalam untuk menghadapiku. sampai pada suatu masa, aku menyadari kalau memiliki sikap seperti ini sangat tidak baik. tidak ada seorangpun yang mampu mengubahnya kecuali diriku sendiri. aku harus berdamai dengan diriku. tidak mudah memang. tetapi harus. bayangkan.. karena sikap buruk yang aku miliki ini, seringkali aku merugi. tak jarang air mata melulu menetes sampai banjir di lantai. aku menyadari kalau air mata jatuh kelantai setelah mataku merah memar. seperti dibogem pahlawan super. lantai sampai licin karena air mataku. pertanda kalau aku sudah mulai lelah akan sikapku yang buruk ini. percayalah.. rasa ini menyiksa. kalau ada yang mengatakan putus cinta itu siksa, kamu salah besar. siksa itu keti...