Langsung ke konten utama

Diskriminasi Terhadap Penderita HIV


Sedikit kita mengulas tentang HIV. HIV (human immunodeficiency virus) merupakan virus yang menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini dapat menyerang system kekebalan tubuh manusia sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Artinya, juka manusia terserang oleh virus ini, mereka akan kehilangan system imun. Bentuk penularan HIV sangatlah banyak. Diantaranya melalui hubungan seksual, perantara ibu ke anak, penggunaan jarum suntik yang tidak steril terutama penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi oleh pemakai narkoba dan transfusi darah yang terkena HIV. Hal tersebut tidak akan terjadi apabila kita menghindari bentuk-bentuk penularan dari HIV.
Bila kita melihat secara keseluruhan, pada tahun 2009 negara yang paling banyak terserang HIV yaitu Afrika Selatan. Sebanyak 5,7 juta penduduk terserang HIV. Di Indonesia sendiri, tidak sedikit masyarakat yang terserang HIV. Tak hanya kawula muda, namun masyarakat yang sudah tua bahkan yang masih balitapun dapat terserang virus tersebut. Memang virus tersebut sangat mematikan bagi penderita. Maka dari itu kita harus memperhatikan kesehatan tubuh agar tidak terserang HIV.
Di Indonesia sendiri, HIV sudah cukup menyerang penduduknya. Sekitar tahun 1980-an dilakukan pertemuan yang membahas tentang penyakit akibat hubungan kelamin di Bali sekaligus pertemuan International Union Against Venerial Diseases and Treponematoses untuk kawasan Asia dan Pasifik. Pada saait itu, menteri kesehatan menyatakan bahwa penyakit akibat hubungan kelamin dapat menular melalui darah. Hingga tahun 1988 di Indonesia sudah ditemukan berbagai kasus yang menyebabkan seseorang terserang HIV. Hingga pada tahun 1990-an masyarakat sudah mulai sadar akan bahayanya penyakit tersebut. Mereka tergerak untuk membangun sebuah komunitas yang perduli akan kasus HIV.
Dalam pergaulan dengan masyarakat yang terserang HIV, harusnya tidak ada diskriminasi di dalamnya. Hal tersebut sangatlah tidak adil bagi penderita. HIV hanya menular melalui darah, cairan sperma, cairan vagina serta air susu ibu. HIV tidak menular melalui air liur, cairan keringat, air mata dan lainnya. Bila kita berhadapan dengan orang yang terserang HIV, sudah semestinya kita bersosialisasi baik dengan mereka. Perlakuan kita seharusnya sama dengan masyarakat yang tidak terserang HIV. Seorang yang terkena HIV apabila kita jauhi maka jiwanya akan terancam. Secara psikologis, orang tersebut akan merasa minder jika berhadapan dengan khalayak sekitar. Dirinya akan merasa mendapat tekanan dari banyak sisi dan itu akan menambah penyakit yang dideritanya semakin memburuk.
Seperti yang kita ketahui, banyak lembaga pendidikan atau lembaga sosial yang menolak untuk menerima siswa atau anggotanya apabila dia atau ada sanak saudara yang terkena HIV. Cara itu dilakukan dengan alasan agar orang yang ada disekitar tidak tertular virus tersebut. Padahal bila kita pelajari lebih dalam, HIV juga tidak menular melalui angin. Untuk itu, bila kita dihadapkan dengan kondisi tersebut, alangkah baiknya bila kita pelajari seluk beluk tentang HIV agar kita tidak terlalu khawatir. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Novel “Sunset Bersama Rossie”

Judul buku                  :  Sunset Bersama Rossie  Pengarang                  : Tere Liye Penerbit                     : Mahaka Kota tempat terbit      : Jakarta Tahun terbit               : 2010 Tebal                         : iv+427 Harga                        : Rp 60.000,00 Apakah kesempatan itu masih ada?. Apakah masih ada ruang bagi orang yang bersabar?? Sepuluh tahun lebih tidaklah sebe...

Kkn

Majelis taklim. Iyaapp. Sekarang lagi di majelis taklim. Terdengar suara bocah bocah lucu yg sedang bersenandung. Mengucap lagu lagu sendu. Terdengat merdu nan lucu Ah ibu, disatu sisi aku merindu akan rumah. Disisi lain, mungkin aku akan sedih meninggalkan kampung ini. Kampung di mana aku dan teman teman mengabdi. Allahumma... Lancarkan sampai akhir acara. Aamiin

Keras

kamu tau?. aku itu tipe manusia yang keras. cukup sulit untuk menasihati aku. membuat hatiku lapang akan sesuatu. bahkan, terkadang sampai sakit aku dibuatnya. watak ini cukup menyiksa. aku tahu, memiliki sikap seperti ini sangat buruk. tidak sedikit orang yang kusayangi sampai tarik nafas dalam untuk menghadapiku. sampai pada suatu masa, aku menyadari kalau memiliki sikap seperti ini sangat tidak baik. tidak ada seorangpun yang mampu mengubahnya kecuali diriku sendiri. aku harus berdamai dengan diriku. tidak mudah memang. tetapi harus. bayangkan.. karena sikap buruk yang aku miliki ini, seringkali aku merugi. tak jarang air mata melulu menetes sampai banjir di lantai. aku menyadari kalau air mata jatuh kelantai setelah mataku merah memar. seperti dibogem pahlawan super. lantai sampai licin karena air mataku. pertanda kalau aku sudah mulai lelah akan sikapku yang buruk ini. percayalah.. rasa ini menyiksa. kalau ada yang mengatakan putus cinta itu siksa, kamu salah besar. siksa itu keti...