Langsung ke konten utama

"Dia Cemburu padamu, Sahabatku !"


Beginikah cara kerja sesuatu yang engkau sebut dengan cinta? Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di dekatnya. Ketika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah saat dia menjauh.

Keindahan cinta adalah saat engkau merasa ia memperhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu rasa menyerah itu meringkusmu, mendengar namanya disebutpun akan menggigilkan akalmu. Dan engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila. Berhati-hatilah kelak. Hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimis dan semangat tinggi, serta melakukan hal-hal hebat. Menikmati kebersamaan dengan teman-teman baru, tergelak dan tertawa, membuat semua orang berpikir hidupmu telah sempurna.

Sementara, pada jeda waktu yang kau buat bisu. Sewaktu langit merah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu kenangan menyeretmu kemasa lalu. Wajah si dia pun memenuhi setiap sudut pandanganmu. Maka bersiaplah engkau untuk kecewa. Dan engkau mulai merengek kepada Tuhan, meminta sesuatu yang sebenarnya dia belum halal untukmu.

Tahukah kamu, bahwa sebenarnya DIA cemburu padamu, sahabatku. Engkau telah menduakan cintaNya. Engkau menyepelekan cintaNya, yang telah berpuluh-puluh tahun membuatmu hidup. Engkau menjauh dariNya, padahal DIA yang memberimu segala kenikmatan dunia.

Saat engkau mengatakan kepadanya, "Sungguh aku tidak bisa hidup tanpamu..." Padahal bukan si dia yang memberimu nafas, tapi DIA Yang Maha Hidup Kekal yang memberimu udara untuk bernafas. Sungguh... sungguh... DIA cemburu padamu, sahabatku. Lalu di mana sebenarnya hati dan cinta kita? Kita kemanakan DIA selama ini? Apakah kau gantung di langit sana? Di atas rasi bintang yang kau sebut 'Galaksi Cinta'?

Ah... cinta, lagi-lagi cinta. Makhluk apa kau ini? Wujudmu tak kasat mata, baumu pun tak terendus panca indera. Cinta, di manakah ia berada? Apakah tersirat di tebaran kata para pujangga? Syair sebuah tembang asmara, atau pesona kuntum bunga kala musim penghujan tiba? Bukankah cinta yang demikian akan usai bila tlah tiba waktunya?

Wahai jiwa, kini kusadar. Cinta sebenarnya ada pada hati yang pasrah seraya meratakan kening pada hamparan sajadah. Hati yang tak pernah lelah merengkuh pada Sang Pemiliknya.
Bagi mereka yang mengupayakan cinta hanya ada iklim hangat dan iklim sejuk, meski ada goda aurora dan pelangi khatulistiwa.
Bagi mereka yang mengupayakan cinta setiap musim membagi cinderamata kristal salju, kuntum bunga, pasir pantai, serasa hangat.
Bagi mereka yang mengupayakan cinta di tiap cuaca cerah berbagi harapan, awan bersulam rahmat, hujan bernyanyi rizki, badai mengeratkan peluk, dan tiba-tiba syurga mengetuk pintu rumah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Novel “Sunset Bersama Rossie”

Judul buku                  :  Sunset Bersama Rossie  Pengarang                  : Tere Liye Penerbit                     : Mahaka Kota tempat terbit      : Jakarta Tahun terbit               : 2010 Tebal                         : iv+427 Harga                        : Rp 60.000,00 Apakah kesempatan itu masih ada?. Apakah masih ada ruang bagi orang yang bersabar?? Sepuluh tahun lebih tidaklah sebe...

Kkn

Majelis taklim. Iyaapp. Sekarang lagi di majelis taklim. Terdengar suara bocah bocah lucu yg sedang bersenandung. Mengucap lagu lagu sendu. Terdengat merdu nan lucu Ah ibu, disatu sisi aku merindu akan rumah. Disisi lain, mungkin aku akan sedih meninggalkan kampung ini. Kampung di mana aku dan teman teman mengabdi. Allahumma... Lancarkan sampai akhir acara. Aamiin

Keras

kamu tau?. aku itu tipe manusia yang keras. cukup sulit untuk menasihati aku. membuat hatiku lapang akan sesuatu. bahkan, terkadang sampai sakit aku dibuatnya. watak ini cukup menyiksa. aku tahu, memiliki sikap seperti ini sangat buruk. tidak sedikit orang yang kusayangi sampai tarik nafas dalam untuk menghadapiku. sampai pada suatu masa, aku menyadari kalau memiliki sikap seperti ini sangat tidak baik. tidak ada seorangpun yang mampu mengubahnya kecuali diriku sendiri. aku harus berdamai dengan diriku. tidak mudah memang. tetapi harus. bayangkan.. karena sikap buruk yang aku miliki ini, seringkali aku merugi. tak jarang air mata melulu menetes sampai banjir di lantai. aku menyadari kalau air mata jatuh kelantai setelah mataku merah memar. seperti dibogem pahlawan super. lantai sampai licin karena air mataku. pertanda kalau aku sudah mulai lelah akan sikapku yang buruk ini. percayalah.. rasa ini menyiksa. kalau ada yang mengatakan putus cinta itu siksa, kamu salah besar. siksa itu keti...