Beginikah cara kerja sesuatu yang engkau
sebut dengan cinta? Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman
berada di dekatnya. Ketika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah saat
dia menjauh.
Keindahan cinta adalah saat engkau merasa
ia memperhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu rasa menyerah itu meringkusmu,
mendengar namanya disebutpun akan menggigilkan akalmu. Dan engkau mulai
tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila. Berhati-hatilah kelak. Hidup
adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimis dan semangat tinggi,
serta melakukan hal-hal hebat. Menikmati kebersamaan dengan teman-teman baru,
tergelak dan tertawa, membuat semua orang berpikir hidupmu telah sempurna.
Sementara, pada jeda waktu yang kau buat
bisu. Sewaktu langit merah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu
kenangan menyeretmu kemasa lalu. Wajah si dia pun memenuhi setiap sudut
pandanganmu. Maka bersiaplah engkau untuk kecewa. Dan engkau mulai merengek
kepada Tuhan, meminta sesuatu yang sebenarnya dia belum halal untukmu.
Tahukah kamu, bahwa sebenarnya DIA
cemburu padamu, sahabatku. Engkau telah menduakan cintaNya. Engkau menyepelekan
cintaNya, yang telah berpuluh-puluh tahun membuatmu hidup. Engkau menjauh
dariNya, padahal DIA yang memberimu segala kenikmatan dunia.
Saat engkau mengatakan kepadanya,
"Sungguh aku tidak bisa hidup tanpamu..." Padahal bukan si dia yang
memberimu nafas, tapi DIA Yang Maha Hidup Kekal yang memberimu udara untuk
bernafas. Sungguh... sungguh... DIA cemburu padamu, sahabatku. Lalu di mana sebenarnya
hati dan cinta kita? Kita kemanakan DIA selama ini? Apakah kau gantung di
langit sana? Di atas rasi bintang yang kau sebut 'Galaksi Cinta'?
Ah... cinta, lagi-lagi cinta. Makhluk
apa kau ini? Wujudmu tak kasat mata, baumu pun tak terendus panca indera.
Cinta, di manakah ia berada? Apakah tersirat di tebaran kata para pujangga?
Syair sebuah tembang asmara, atau pesona kuntum bunga kala musim penghujan tiba?
Bukankah cinta yang demikian akan usai bila tlah tiba waktunya?
Wahai jiwa, kini kusadar. Cinta
sebenarnya ada pada hati yang pasrah seraya meratakan kening pada hamparan
sajadah. Hati yang tak pernah lelah merengkuh pada Sang Pemiliknya.
Bagi mereka yang mengupayakan cinta
hanya ada iklim hangat dan iklim sejuk, meski ada goda aurora dan pelangi
khatulistiwa.
Bagi mereka yang mengupayakan cinta
setiap musim membagi cinderamata kristal salju, kuntum bunga, pasir pantai,
serasa hangat.
Bagi mereka yang mengupayakan cinta di
tiap cuaca cerah berbagi harapan, awan bersulam rahmat, hujan bernyanyi rizki,
badai mengeratkan peluk, dan tiba-tiba syurga mengetuk pintu rumah.
Komentar
Posting Komentar