Langsung ke konten utama

Jadi wanita itu tidak mudah!!



Jadi wanita itu tidak mudah. Kenapa?? Ada yang tau? Penulispun tidak tau pasti letak tidak mudahnya itu di mana. Tapi, apakah para wanita mengetahui kalau sebenarnya wanita itu penyebab seseorang masuk ke neraka?. Lha kok bisa?
Di dalam islam, wanita itu merupakan makhluk ciptaan Allah yang pada hakekatnya memiliki daya pikat. Allah menciptakan berbagai macam keindahan kepada wanita. Baik dalam bentuk fisik ataupun non fisik. Non fisik itu contohnya seperti apa?. Contoh non fisik itu seperti ketika kita berbicara. Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 32 yang artinya “Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan lain, jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah-lembutkan suara)[1] dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya,[2] dan ucapkanlah perkataan yang baik.
Suara wanita bisa menimbulkan sesuatu yang dapat menyebabkan dosa bagi para lelaki apabila ketika wanita berbicara dengan nada yang mendesah atau manja. Nabi Muhammad memerintahkan kepada umatnya kaum wanita untuk berbicara baik dan seperlunya. Hal itu bukan tanpa alasan lho. Nabi Muhammad sangat menyayangi dan menghormati kita para kaum wanita untuk selalu menjaga kehormatan diri.
Selain suara, cara kita menatap lawan jenis juga tidak boleh berlebihan. Hal ini dikhawatirkan apabila kita menatap lawan jenis secara berlebihan dapat menimbulkan rasa-rasa “aneh” yang muncul akibat bisikan setan. Sadar gak sih kalau kita sering banget menatap lawan jenis secara belebihan apalagi menatapnya terlalu lama, kadang suka timbul rasa deg-degan? Nah itu dia bisikan setan. Bisikan itu timbul tidak atas dasar keimanan. Melainkan hanya sebuah nafsu sementara yang dapat mengantakan manusia ke neraka. Maka dari itu bagi para wanita ketika sedang berbicara dengan laki-laki hendaknya fokuskan mata kita pada jidatnya. Tidak disarankan untuk menatap kedua mata agar tidak timbul sesuatu yang tidak diinginkan.
Ada beberapa pendapat mengatakan bahwa apabila kita berbicara dengan lawan jenis, hendaknya alihkan pandangan ke tempat lain. Jangan fokuskan mata kita ke lawan bicara kita agar tidak timbul fitnah kemudian. Tapi dari pendapat ini banyak sekali yang tidak setuju. Banyak sekali yang mengatakan, “gak sopan tau!” atau “wey, situ lagi bicara sama siapa sih? Saya kan lagi di depan situ. Sopan santunnya di mana?”. Naah, hal-hal seperti itu yang kadang sering menimbulkan pertengkaran kecil. Maka dari itu, saran dari penulis apabila kita berbicara dengan lawan jenis, tatap jidatnya. Jangan terlalu fokus ke mata. Karena ada pepatah yang mengatakan, cinta itu datang dari mata turun ke hati. Tsaaahhh... Iya kalau benar cinta. Kalau nafsu? Naudzubillaahhh..
Uraian diatas merupakan beberapa contoh non fisik yang dapat menjerat seorang seseorang masuk ke dalam neraka.
Selain non fisik, ada pula penyebab fisik yang dapat menyebabkan seseorang masuk ke neraka. Apa itu? Ya badan kita ini. Badan wanita sudah diciptakan Allah dengan indahnya. Ada yang mengatakan kalau “badan wanita itu indah ya? Kayak gitar Spanyol. Ah nggak deh. Kalah gitar Spanyol sama badan wanita. Bikin melek mata deehh..”. haduuuh.. Pendapat-pendapat seperti itu yang penulis sendiri merinding dengernya. Risih banget. Serius deh. Rela gak sih badan kita cuma jadi bahan liat-liatan para kaum lelaki?? Padahal nih yaa, sebaik-baiknya perhiasan di dunia itu wanita shalihah loh. Iya, para wanita yang selalu menjaga keindahan tubuhnya dari pandangan lawan jenis yang tidak bertanggung jawab. Wanita yang menutup tubuhnya dengan baik dan sempurna adalah wanita yang sadar kalau tubuhnya itu bukan objek pandangan yang bukan haknya. Dia selalu hati-hati dalam berpakaian. Tidak berlebihan dan tidak membentuk tubuh. Berbicara pasal menutup dan tidak membentuk tubuh, wanita memang diwajibkan untuk menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. Hal ini terdapat dalam firman Allah Ta’ala dalam surat Al-Ahzab ayat 59 yang artinya “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya[3] ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Banyak yang berkata, “hijabin aja dulu hatinya. Baru pakai hijab yang benar.” Atau “pakai hijab kok cara berbicara dan kelakuan masih buruk sih. Malu dong sama hijabnya.
Coba kita analogikan ketika kita sekolah. Memakai seragam ke sekolah hukumnya apa? Wajib kan? Kalau tidak pakai seragam sekolah akan kena hukuman bukan? Hukuman dari siapa? Ya jelas dari guru sekolah yang membuat peraturan. Suka tidak suka, baik atau tidaknya sifat seseorang, baik atau buruknya cara berbicara seseorang tidak akan berpengaruh dengan kewajiban memakai seragam ketika pergi ke sekolah. Ketika kita pergi ke sekolah, kita memakai seragam terlebih dahulu kemudian belajar dengan baik di dalam kelas.
Begitu pula dengan berjilbab. Jilbab sudah merupakan suatu kewajiban yang diperintahkan langsung oleh Sang Maha Pencipta. Kalau tidak pakai? Yaa jangan menangis jika nanti sang ayah (bagi yang belum menikah) atau sang suami (bagi yang sudah menikah) tidak akan mendapatkan pengampunan dosa karena anak perempuan dan istrinya tidak memakai jilbab. Jilbab tidak ada hubungannya dengan sifat seseorang. Seburuk apapun sifat seorang wanita, tetap diwajibkan untuk menutup aurat. Naahh.. setelah menutup tubuh dengan jilbab, perlahan-lahan diperbaiki sifat buruknya. Kurangi kebiasaan berbicara buruk. Jilbab itu tidak membataskan diri seseorang untuk membuat sebuah karya. Yakin deh, kalau ada sebuah perusahaan yang melarang karyawan wanitanya untuk berjilbab dengan baik yaa keluar saja dari perusahaan tersebut. Yakin kalau Allah sudah merencanakan kebaikan untuk kita apabila kita sedang dalam proses perbaikan diri.
Ingat! Kita tidak akan mau memakan permen yang sudah tidak terbungkus rapi. Kita akan selalu memilih permen yang masih terbungkus rapi karena permen tersebut masih terjamin kebersihan dan keamanannya untuk kesehatan. Masa kita wanita yang lebih mewah dari perhiasana mahal di dunia aja masih belum menutup tubuh kita dengan jilbab? Malu doong sama permen.


[1] Berbicara dengan sikap yang menimbulkan orang bertindak yang tidak baik terhadap mereka.
[2] Orang yang mempunyai niat berbuat serong dengan perempuan seperti melakukan zina.
[3] Jilbab adalah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, wajah, dan dada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKU TIDAK SENDIRI

Aku Tidak Sendiri banyak dari wanita yang sudah memiliki pasangan dan ingin sekali segera diberikan keturunan. ada yang sudah mendapatkan keturunan, ada pula yang belum memiliki rezeki keturunan. mereka yang sudah diberikan keturunan, pasti sangat bahagia. memiliki bocah kecil yang lucu, manis, sedap dipandang serta wangi dicium. wanita itu merasa sempurna sebagai istri karena telah berhasil memberikan keturunan untuk suaminya. namun bagaimana mereka yang belum mendapatkan keturunan? apakah wanita tersebut tidak layak menyandang predikat wanita sempurna untuk suami? apakah karena belum memiliki keturunan namun wanita dikatakan belum sepenuhnya menjadi istri? aku rasa tidak. banyak sekali perlakuan baik yang dapat diberikan kepada suami. melayaninya dengan penuh kesabaran merupakan sikap yang harus dimiliki seorang istri. tentu tidak sedikit seorang wanita mendapatkan ucapan yang seringkali membuat pendengaran 'risih'. belum memiliki keturun...

Resensi Novel “Sunset Bersama Rossie”

Judul buku                  :  Sunset Bersama Rossie  Pengarang                  : Tere Liye Penerbit                     : Mahaka Kota tempat terbit      : Jakarta Tahun terbit               : 2010 Tebal                         : iv+427 Harga                        : Rp 60.000,00 Apakah kesempatan itu masih ada?. Apakah masih ada ruang bagi orang yang bersabar?? Sepuluh tahun lebih tidaklah sebe...

Kkn

Majelis taklim. Iyaapp. Sekarang lagi di majelis taklim. Terdengar suara bocah bocah lucu yg sedang bersenandung. Mengucap lagu lagu sendu. Terdengat merdu nan lucu Ah ibu, disatu sisi aku merindu akan rumah. Disisi lain, mungkin aku akan sedih meninggalkan kampung ini. Kampung di mana aku dan teman teman mengabdi. Allahumma... Lancarkan sampai akhir acara. Aamiin